SEHAT, KAYA, & BERKAH
JAMALUDIN
RIFAI, S.Pd.I
SEHAT,
KAYA, & BERKAH
KISAH-KISAH
KEAJAIBAN REZEKI DARI SEGALA PENJURU.
“Subhanallah,
Di Tengah Era Hiruk Pikuk Fitnah Ma’siyat & Kezholiman, Tetapkanlah &
Semakin Kokohkan Ketaqwaan Kalian Kepada Allah, Jaga Selalu Sobat Mala, Jangan
Biarkan Hari Berlalu Tanpa Al-Qur’an, Tetaplah Kalian Berjamaah Di Masjid Walau
Hanya Sisa Sedikit Jamaah, Jaga Dhuha, Zikir, & Wudhu Kalian” (K.H.
Muhammad Arifin Ilham)
DAFTAR
ISI
DAFTAR
ISI
BAGIAN 1. KISAH SUKSES PENGAMAL
SHALAWAT........................... 1
DIBALIK SUKSESNYA FADEL MUHAMMAD.......................................... 1
AA’ GYM, SELALU BASAH DENGAN
SHALAWAT................................. 4
BAGIAN 2. PARA PENGAMAL TAHAJUD................................................. 8
AGUSTINI : TAHAJUD ATASI DEPRESI..................................................... 8
IDAN HERMANTO, SUKSES DALAM KARIER......................................... 10
ABDULRAHMAN, SUKSES BERBISNIS...................................................... 13
SUMANTRI, PEDAGANG KAKI LIMA SUKSES....................................... 16
WIJAYA: SEHARI DAPAT UANG RP 20
JUTA.......................................... 18
KISAH PROF. DR. MOH. SHOLEH................................................................. 21
TAHAJUDNYA PARA SAHABAT NABI DAN PARA
PENGIKUTNYA................................................................................................. 26
PENYESALAN FULAN..................................................................................... 29
PERUBAHAN SIFAT FULAN.......................................................................... 33
SAID AL-HARITS DAN AL-KHALIDAH...................................................... 36
MENENANGKAN HATI DAN MENJERNIHKAN PIKIRAN.................. 41
TAHAJUD MEMUDAHKAN REZEKI........................................................... 42
KISAH PEDANG MALAM AL-FATIH (SANG
PEMBUKA)...................... 44
ABU YAZID AL-BUSTAMI BERTAHAJUD................................................. 48
BELI TIKET PESAWAT DENGAN SHALAT
TAHAJUD.......................... 51
KEAJAIBAN TAHAJUD BAGI MUHAMMAD
AKROM........................... 56
KISAH AJAIB BENI, SI PENGAMEN
JALANAN....................................... 59
TAHAJUD MENDATANGKAN REZEKI SECARA TIBA-TIBA............. 62
ARJUNA: LAKI-LAKI CACAT BERISTRI
SALEHAH.............................. 65
BU MARTI: PENGUSAHA SUKSES YANG RAJIN BERTAHAJUD...... 69
BAGIAN 3. PARA PELAKU SHALAT DHUHA........................................... 72
SECERCAH CAHAYA DI BALIK DHUHA................................................... 72
BURUH PABRIK SABUN MENJADI
PENGUSAHA KONVEKSI............ 78
BERLIMPAHNYA HARTA ABDURRAHMAN BIN
AUF.......................... 80
JUMLAH KEKAYAAN HARTA UMAN BIN
KHATHAB.......................... 83
JUMLAH KEKAYAAN UTSMAN BIN AFFAN........................................... 85
DHUHA MENGANTARKAN REZEKI........................................................... 86
ALLAH MENGGANTI DENGAN YANG LEBIH
BESAR.......................... 90
MUHAMMAD IHSAN: MERAIH BANYAK
BEASISWA........................... 92
KISAH SEORANG TUKANG PIPA AIR........................................................ 96
PAK MONO: MEWAJIBKAN PEGAWAINYA
SHALAT DHUHA........... 98
KISAH PILU SEORANG PEMULUNG.......................................................... 100
TRIANI OKTAVIANI PEROLEH
UN-TERTINGGI.................................... 104
PAK MUSLIM: SI TUKANG BECAK YANG
NAIK HAJI......................... 106
BAGIAN 4. PARA PELAKU PUASA.............................................................. 112
DRS. RULLY SETIAWAN; SUKSES MENJADI
PENGUSAHA KAYA RAYA............................................................................ 112
DEBBY HENDRIANSYAH; PEBISNIS
KALIGRAFI KUNINGAN
KELAS EKSPOR................................................................................................ 115
MILFINA DEVI AGUSTINA, MENJADI
BUPATI
PEREMPUAN PERTAMA DI KOTA
KELAHIRANNYA.......................... 119
KISAH PENJUAL ULEKAN BATU................................................................ 123
KISAH PEDAGANG KOPRA........................................................................... 127
KISAH PENGEPUL RONGSOK...................................................................... 130
KISAH PENJUAL SURABI............................................................................... 133
KISAH PENGUSAHA MEUBEL...................................................................... 136
KISAH PENGEDAR MINYAK WANGI......................................................... 138
SEMANGAT BELAJAR TUMBUH KARENA
RAJIN BERPUASA......... 142
PUASA DAUD MENGHILANGKAN DEPRESI........................................... 146
JONI ARIADINATA: SASTRAWAN YANG
GEMAR BERPUASA......... 149
TIADA RASA SAKIT SEJAK PUASA SUNAH............................................. 151
IMAM MAWARDI: MENJADI PEGAWAI
NEGERI
DENGAN BERPUASA....................................................................................... 156
KEAJAIBAN PUASA DAUD BAGI EMA...................................................... 160
KISAH SUKSES MUHAMMAD FUDHALI................................................... 161
KISAH HARU SUTRISNO, PENDERITA
TUMOR...................................... 166
ABDULLAH BIN GHALIB: AROMA HARUM
DARI KUBURANNYA.. 169
KEISTIMEWAAN YANG DIMILIKI USTAZ
MUHYIDIN........................ 171
KISAH MENAKJUBKAN DARI SEORANG
REKTOR.............................. 173
ABDULLAH BIN AMR BIN ASH: PENULIS
YANG WARAK.................. 177
KISAH AHMAD: MENDAPAT BANYAK
KEMUDAHAN......................... 179
KEBERHASILAN SEORANG ANAK NAKAL............................................. 184
BAGIAN 6. KISAH SUKSES AHLI SHALAT
HAJAT................................. 187
MENJADI KONTRAKTOR SUKSES............................................................. 187
ANUGERAH MOTOR TAK TERDUGA........................................................ 189
HAJAT YANG SELALU TERKABUL........................................................... 191
UTANG LUNAS.................................................................................................. 192
BAGIAN 7. KISAH SUKSES AHLI SHALAT
SUNNAH RAWATIB......... 194
SUNNAH RAWATIB SEBAGAI TONGGAK
KESUKSESAN................... 194
AFIF: SOPIR ANGKOT YANG SERING
KELIMPAHAN BERKAH DAN REZEKI...................................................... 196
KESUKSESAN BAMBANG NURHAYANTO
RAHMADI.......................... 198
BAGIAN 8. KISAH SUKSES AHLI SHALAT
TAUBAT.............................. 205
SI PEMULUNG SUKSES DENGAN SHALAT
TAUBAT............................ 205
ZAHRA DAN SALMAN..................................................................................... 206
SI CURANG YUDHA BERTAUBAT.............................................................. 210
BAGIAN 9. KISAH SUKSES AHLI DZIKIR.................................................. 212
KISAH XIN HUA; PENGUSAHA TIONGHOA
YANG KOLAPS
LALU SUKSES KARENA DZIKIR “YA
HAYYU”
DAN “YA QAYYUUM”..................................................................................... 212
DARI LOPER KORAN KE KONTRAKTOR................................................ 214
BAGIAN 10. KISAH SUKSES AHLI
SHADAQAH....................................... 217
DITIPU RP. 150.000, ALLAH MENGGANTI
RP. 1.500.000........................ 217
MENGEMBALIKAN HARTA YANG TENGGELAM................................ 220
SHADAQAH SEEKOR KAMBING DIGANTI
DENGAN SERIBU KAMBING........................................................................ 222
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 223
TENTANG PENULIS......................................................................................... 228
BAGIAN 1
KISAH SUKSES PENGAMAL SHALAWAT
DIBALIK SUKSESNYA FADEL MUHAMMAD
Hampir
sebagaian masyarakat Indonesia mengenal sosok yang satu ini. Beliau adalah
mantan Gubernur Gorontalo yang sukses membangun daerah itu. Gorontalo yang
semula merupakan daerah tertinggal dalam segi perekonomian, tatkala dipimpin
oleh sosok yang tampan ini menjadi daerah yang maju dan diperhitungkan. Selain
dikenal sebagai tokoh politik, Pak Fadel Muhammad juga dikenal sebagai sosok
pengusaha sukses.
Menurut
penuturan Pak Fadel, model awal saat beliau merintis usaha hanyalah haqul
yakin, kayakinan kuat, kerja keras, tidak mudah menyerah dan putus asa serta
juga di baca shalawat, shalat Dhuha di samping shalat wajib dan shalat-shalat Sunnah
lainnya. Berbagai tantangan selama merintis usaha dia dihadapi dengan ulet,
sabar dan tekun sehingga tantangan itu tidak dirasakannya sebagai sebuah
masalah serius.
Selain
itu, Pak Fadel seringkali mengatakan bahwa hampir selalu ada problem solving
bagi setiap tantangan yang dihadapi seseorang. Itu sebabnya dia merasa paling
tidak disukai jika ada temannya yang tidak mau berusaha mencari jalan keluar
dari persoalan yang dihadapi.
“Allah
tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang sendiri tidak berusaha untuk
mengubahnya.” Demikian keyakinan Pak Fadel Muhammad.
Pak
Fadel selalu berpikir, kalau orang lain bisa kenapa kita tidak. Ia memang punya
watak selalu ingin maju. Sebagai contoh, ketika Bukaka membuat mesin asphalt
sprayer (aspal semprot.) percobaan-percobaan di bengkel Bukaka itu selalu gagal.
Hasil yang keluar dari mesin adalah bubur, bukan aspal. Pak Fadel penasaran.
Mesin yang dikerjakan berhari-hari itu lalu ia bongkar. Maka, diketahui bahwa
komponen magnet dan motornya tidak jalan sehingga percobaan yang dilakukannya
gagal. Dan begitu komponennya diganti, maka hasilnya menjadi bagus.
Bagi
Pak Fadel, selama masih bisa dicoba tidak boleh ada kata menyerah yang keluar
dari mulut kita. “Apa pun jenis usaha yang kita rintis, kuncinya haruslah
yakin, keras keras, dan berdoa. Selain itu, bagi seorang muslim, shalat Dhuha
juga penting dilakukan sebagai salah satu ikhtiar kita untuk memohon kepada
Allah agar usaha yang kita lakukan diberi kemudahan dan keberuntungan.” Papar
Fadel.
Apa
pun jenis usaha yang kita rintis, kuncinya haruslah yakin, kerja keras, dan
berdoa. Selain itu, bagi seorang muslim, shalat Dhuha juga penting dilakukan
sebagai salah satu ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah agar usaha yang kita
lakukan diberi kemudahan dan keberuntungan.
Pak
Fadel Muhammad juga berprinsip, bahwa “Man Jadda wa jadda.” Siapa yang
berusaha, maka ia akan berhasil juga pada akhirnya. Keberhasilan seseorang
menurut Pak Fadel, di samping kerja keras dan shalat Dhuha terus-menerus,
sangat tergantung pada, pertama, kemampuan diri sendiri. Kedua, kesempatan untuk
mengembangkan diri. Ketiga, strategi untuk mencapai keberhasilan.
Pak
Fadel juga berpendapat, bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi
pengusaha. Yang penting, asal mau berusaha mengasah potensi itu. Tetapi tidak
setiap orang berpotensi dan mendapatkan kesempatan mengembangkan potensinya.
Karena itulah potensi harus terus-menerus diasah. Untuk mendapatkan kesempatan
ini, jelas dibutuhkan strategi yang tepat. Strategi inilah yang akan
menentukan, apakah seseorang akan menjadi risk taker (pengambil risiko), atau
risk orderer (pengatur risiko).
Perbedaan
antara kedua tipe pengusaha ini adalah: seorang risk taker cenderung untuk
berspekulasi. Tanpa memperhitungkan secara cermat, ia mencoba setiap
kemungkinan. Seorang risk orderer akan memperhitungkan risiko terkecil
sekalipun terhadap rencana-rencanya sesuai dengan prinsip dasar ekonomi.
Pak
Fadel juga menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada kemauannya
yang kuat, rasa percaya diri yang tinggi, dan kemampuannya menghitung risiko.
Kemauan akan mendorong kegigihan untuk berusaha di mana kemauan ini dapat
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh empat hal yaitu, pertama, orang tua, terutama
ibu sebagai pendidik masa awal. Kedua, pendidikan, baik pendidikan formal
maupun pendidikan agama. Ketiga, lingkungan dan kemampuan membaca kesempatan
dan keempat adalah rasa percaya diri.
Sedangkan
kemampuan menghitung risiko dipengaruhi oleh tingkat kesabaran yang tinggi
dalam menjalankan usaha, perenungan yang mendalam, sehingga ide itu dapat
mengkristal dalam pikiran, dan selanjutnya adalah tidak mudah merasa bosan.
Syarat-syarat itu merupakan persiapan mental seorang pengusaha pemula untuk
mencapai kematangan.
Untuk
memiliki persiapan dan mental yang matang, seseorang harus melalui tiga fase
yaitu fase new venture (fase awal), yaitu upaya penemuan ide dan pelaksanaan
ide itu sendiri. Fase kedua adalah fase puberty, yaitu masa pencarian identitas
usaha yang mapan. Sedangkan fase ketiga adalah fase mature (profesional), yaitu
fase di mana kita mampu mendatangkan keuntungan.
Tingkatan-tingkatan
tersebut harus dilalui secara berurutan. Tidak boleh melompat-lompat. Falsafah
utamanya adalah: “Jangan dulu memperbesar usaha, sebelum dasar usaha yang
menjadi tulang punggung perusahaan di perkuat. Maka jangan heran kalau pabrik
Bukaka sampai sekarang tidak tampak mentereng. Sebab yang dipentingkan adalah
kekuatan pabrik itu sendiri, baik peralatannya yang lengkap maupun sumber
manusianya yang mumpuni.” Tutur Fadel.
Kini,
Pak Fadel Muhammad telah mencapai sukses. Ia mampu menafkahi ibu dan
saudara-saudaranya, setelah ayahnya meninggal pada tahun 1988. Ia pun sudah
memiliki keluarga yang sejahtera. Apalagi yang ia cita-citakan? “Saya ingin
mempekerjakan lebih banyak orang. Ingin membagi keberhasilan ini kepada orang
lain. Di samping itu, saya ingin agar “Today is better than yesterday” hari ini
lebih baik dari hari kemarin.” Ujarnya.
Dengan
modal rasa percaya diri yang kuat, semangat yang keras, ibadah Dhuha dan doa
yang tidak putus-putus, Pak Fadel menjadi salah seorang Putra Indonesia yang
mampu menjadi kebanggaan bangsanya. Semua orang yang mungkin sudah mengenal Pak
Fadel Muhammad dengan kesuksesan yang sudah ia raih saat ini. Tetapi tidak
banyak yang tahu bahwa beliau juga termasuk orang yang rajin beribadah, dan ibadahnya
yang tekun, Pak Fadel adalah seorang yang juga mengamalkan shalawat dengan
rajin di sela-sela kesibukannya.
AA’ GYM, SELALU BASAH DENGAN
SHALAWAT
Kalau
kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur, dengan bermodalkan kejujuran,
orang akan percaya kepada kita. Kedua, professional. Kita harus cakap sehingga
siapa pun yang memerlukan kita merasa puas dengan apa yang kita kerjakan.
Ketiga, inovatif, artinya kita harus menjiplak atau meniru yang sudah ada.
Begitulah nasihat Aa Gym setiap kali ada bertanya mengenai kesuksesan yang
sudah diraihnya saat ini.
Sosok
kini ini sering kali muncul di acara televisi secara langsung yang selalu
dihadiri oleh ribuan massa. Nama lengkap beliau adalah K.H. Abdullah Gymnastiar
atau biasa dipanggil Aa Gym, pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung. Aa Gym
memulai pendidikan formal awal di SD Damar, sebuah SD swatsa yang kini sudah
dibubarkan. Sekolah ini cukup jauh dari rumahnya, sekitar 3 km.
Masa
itu, pilihan satu-satunya ke sekolah adalah berjalan kaki. Menjelang naik ke
kelas 3 SD, Aa Gym pindah ke KPAD Gegerkalong. Aa Gym pun pindah sekolah ke SD
Sukarasa 3. Bakatnya mulai berkembang dan nilai prestasi sekolahnya cukup
bagus. Terbukti ketika beliau tamat, beliau terpilih menjadi ranking terbaik II
di sekolah dengan selisih satu nilai saja dibandingkan ranking I. di bidang
seni, bakat beliau juga berkembang, seperti menggambar dan menyanyi. Sejak itu
pula Aa Gym sering ditunjuk menjadi ketua kelas dan aktif dalam gerakan
Pramuka.
Jiwa
dagang Aa Gym sudah terbentuk sejak ia masih Sekolah Dasar. Misalnya, beliau
pernah menjual petasan yang memang pada waktu itu belum dilarang seperti
sekarang. Alhasil, beliau pernah mendapat teguran dari pengurus DKM masjid.
Namun, pada waktu itu beliau belum begitu mengerti ilmu keagamaan dengan baik.
Setelah lulus SMA dan memasuki kuliah, Aa Gym tidak lulus tes Sipenmaru. Aa Gym
mencoba daftar ke Pendidikan Ahli Administrasi Perusaahn (PAAP) Universitas
Padjadjaran, yaitu sebuah program D3 di Fakultas Ekonomi. Di sana beliau
diterima, namun, kuliah di sini hanya bertahan selama setahun. Beliau lebih
sibuk berbisnis daripada mengikuti kuliah. Teman-teman kuliah pun lebih
mengenal beliau sebagai tukang dagang.
Selesapas
PAAP, beliau masuk ke Akademi Teknik Jenderal Ahmad Yani (ATA, sekarang Unjani).
Kampusnya waktu itu sangat sederhana karena menumpang di SD Widyawan atau
kadang di PUSDIKJAS. Maklum, karena pemiliknya adalah Yayasan Kartika Eka Paksi
milik Angkatan Darat. Selama kuliah di ATA, beliau mengontrak sebuah kamar di
pinggir sawah karena benar-benar ingin melatih hidup mandiri. Soal prestasi,
banyak yang telah diraih. Beliau mengikuti lomba menggambar, mencipta lagu,
baca puisi, sampai lomba berpidato. Dalam perlombaan itu, beliau selalu meraih
juara, walaupun yang mengadakannya adalah senat mahasiswa yang kebetulan beliau
sendirilah ketuanya.
Selain
menjadi ketua senat, beliau juga menjadi komandan resimen mahasiswa (Menwa) di
ATA. Kegiatan berbisnis masa kuliah juga semakin menggebu. Beliau pernah
membuat usaha keset dan kain perca. Beliau juga menjadi penjual baterai dan
film kamera kalau ada acara wisuda. Aa Gym juga sempat menjadi sopir angkut
jurusan Cibeber-Cimahi untuk menambah pemasukan. Ini dari semua kegiatan ini
tidak lain adalah untuk membiayai kebutuhan sendiri tanpa menjadi beban bagi
siapa pun.
Kegiatan
berbisnis Aa Gym dimulai semasa kuliah. Beliau pernah membuat usaha keset dan
kain perca, menjadi penjual baterai dan film kamera kalau ada acara wisuda.
Beliau juga sempat menjadi sopir angkut jurusan Cibeber-Cimahi untuk menambah
pemasuka.
Selain
itu, Aa Gym juga melatih diri untuk tidak dibelenggu oleh gengsi dan atribut
pengekangan lainnya. Aa Gym telah menyelesaikan program sarjana muda di ATA
walaupun belum mengikuti ujian negara. Berarti, beliau memang tak berhak menyandang
gelar apa pun.
Dalam
memulai usaha bisnis, waktu itu Aa Gym merintis usaha kecil-kecilan.
Usaha-usaha yang beliau rintis antara lain; setiap pagi beliau berjualan buku
di Masjid Al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana,
beliau memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual. Jadi, sambil
menuntut ilmu juga mencari rezeki. Usahanya inilah yang kelak menjadi cikal
bakal toko buku, dan sekarang berkembang menjadi supermarket yang dikelola dan
diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.
Selain
buku, Aa Gym juga menjual handicraft. Usaha ini terus berkembang dan sekarang
menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku. Usaha lainnya adalah konveksi.
Mengingat istri beliau punya ketrampilan menjahit, maka untuk menambah
penghasilan keluarga, beliau menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas.
Usaha
lain yang digeluti Aa Gym adalah berjualan Mie Bakso. Beliau mengelola usaha
warung bakso kecil-kecilan di Perumnas Sarijadi, ia bekerja sama dengan pamannya
selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat Shubuh beliau sudah pergi ke Pasar
Sederhana untuk belanja keperluan mie baksonya. Aktivitas berikutnya adalah
menggiling daging untuk bahan bakso. Sebelum membuka jualannya, Aa Gym terbiasa
melaksanakan shalat Dhuha dan setelah itu baru bisa melayani pembeli.
Salah
satu kebiasaan yang tidak lepas dari kegiatannya yang selalu menemani kegiatan
dakwah dan bisnisnya adalah shalawat yang selalu di buat basah di bibir beliau.
Dengan demikian ringan dalam segala kegiatannya. Barangkali tidak banyak yang
tahu tentang amalan beliau yang satu ini, akan tetapi shalawat telah dijadikan
sebagai sebuah dasar untuk setiap pekerjaannya. Hal ini untuk mendapatkan kasih
sayang dari Nabi Muhammad Saw, yang selalu dirindukannya.
Kini
Aa Gym telah menjadi seorang tokoh agama yang populer, dan juga seorang
bisnismen yang sukses. Kalau kita tanyakan langsung rahasia kesuksesan yang
diraihnya saat ini, beliau selalu mengatakan bahwa berbisnis bukan sekadar
urusan duniawi. Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah maka hanya akan
melahirkan kerakusan dan ketamakan manusia. Sebaliknya bisnis yang dijalankan
dengan niat dan cara yang benar maka bernilai sebagai ibadah yang besar
pahalanya. Rahasia lain yang sering ditekankan Aa Gym adalah ibadah. Ibadah
merupakan hal yang tidak boleh dilupakan hanya untuk kepentingan duniawi.
Saat
ini, Aa Gym bersama Manajemen Qalbu-nya telah berhasil membuktikan bahwa Shalat
Dhuha ternyata memiliki peranan yang cukup penting dalam mengantarkan manusia mencapai
kesuksesan yang diimpikan. Berbagai bidang usaha kini telah dimiliki oleh Aa
Gym. Tidak ada yang menyangka bahwa usaha yang di awalnya serba kecil-kecilan
itu kini telah berkembang menjadi sebuah kegiatan bisnis yang besar. Semuanya
diperoleh dengan kerja keras, tidak mudah putus asa dan tentu saja amalan
shalawat yang tidak pernah lelah berdegub dalam batinnya.
BAGIAN 2
PARA PENGAMAL TAHAJUD
AGUSTINI : TAHAJUD ATASI DEPRESI
Depresi
adalah suatu keadaan yang bisa membuat seseorang merasakan stres berat. Orang
yang mengalaminya akan merasakan kecemasan dan tidak bisa konsen melakukan apa
pun kegiatan. Dia akan lebih banyak bermenung dan merasakan sakit kepala.
Depresi begitu akrab dengan kehidupan dr. Sulistyo M. Agustini SpPK, pembina
Korps Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten. Ia gampang cemas dan
panik. Ia pun kerap merasa tertekan batinnya. Gangguan ini dialami Agustini
sejak kecil. Tepatnya, sejak ditinggal sang ibu, ketika usianya baru menginjak
12 tahun.
“Sejak
ibu meninggal, saya sakit-sakitan, sampai berkeluarga saya juga sering
sakit-sakitan, tetapi saya tidak mengerti itu dampak dari depresi yang lama
karena saya tidak pernah merasakan itu menjadi suatu gejala atau gangguan
psikologis.” Ujarnya.
Ia
melewati semuanya sendirian. Jatuh bangun sendiri, begitu dia mengistilahkan.
“Setiap saya mengalami sakit, tak ada bimbingan sehingga persoalan-persoalan
hidup tidak bisa teratasi sendiri.” Ujarnya.
Suatu
saat, dia bertemu dan kenal dengan Prof. Dr. Moh. Sholeh Mpd. PNI, ahli terapi shalat
tahaju yang Guru Besar IAIN. Setelah bercerita tentang masalah yang
dihadapinya, akhirnya dia mendapatkan solusi untuk mencoba melaksanakan shalat
Tahajud. Ia pun mempraktikkannya secara rutin. Makin hari, ia terasa makin
terikat batinnya dengan Sang Khalik.
“Batin
menjadi tentram dan tidak merasa sendiri lagi.” Ujarnya tentang manfaat
Tahajud.
Ditengah
malam ia selalu memohon kepada Allah. “Ya, Allah! Hari ini, saya banyak
persoalan, saya hanya manusia lemah, saya mohon kekuatan-Mu.” “Ternyata, itu
yang membuat saya makin tenang menjalani berbagai persoalan. Saya bisa lebih
bersabar, emosi saya bisa dikendalikan.” Menurut dokter yang dosen Fakultas
Kedokteran Universitas Jurusan Patologi Klinik ini. Sudah beberapa tahun ini ia
menjalankan Shalat Tahajud. Ia juga tak segan untuk meresepkan Tahajud kepada
pasien-pasiennya.
“Jadi,
apa pun sakitnya, sebaiknya dibantu dengan shalat Tahajud, dengan memohon
kesembuhan pada Allah. Meminum obat itu hanya satu sarana untuk menyembuhkan.
Alhamdulillah, dengan shalat Tahajud, rasanya hidup ini tidak ada sulitnya.
Pasti ada solusinya yang langsung diberi oleh Allah Swt.” Ungkap ibu tiga anak
ini.
Kebesaran
Allah Swt, kembali terbukti saat ia melaksanakan ibadah haji tahun 2002. Sejak
berangkat dari tanah air, mantan kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI ini merasa sakit saat puncak pelaksanaan
ibadah haji, kemungkinan besar dirinya sedang datang ibadah haji, kemungkinan
besar dirinya sedang datang bulan. Apalagi dia adalah tipe wanita siklus
hadinya selalu tepat.
Namun
diluar duagaannya, sampai selesai wukuf di Padang Arafah, ia belum datang
bulan. Padahal, it tidak mengonsumsi obat-obatan apa pun. “Alhamdulillah, saya
di beri kemudahan, saya di sana tidak hidup dengan siklus yang sebenarnya. Bagi
saya itu menjadi suatu keanehan yang luar biasa.” Ujarnya. Maka seluruh sunah
dan rukun haji dilaksanakannya tanpa hambatan. Kejadian di masjid Nabawi juga
menambah keimanannya.
“Saya
sudah pasrah karena badan saya demam, panas tinggi seperti terbakar. Bahkan
saya tidak bakal hidup lebih lama lagi.” Ujarnya.
Ia
duduk di pinggiran masjid, sampai kemudian datang seorang wanita tua yang
membawa air zam-zam di tangannya. Wanita itu mendoakannya dengan waktu Nabi
Ibrahim dibakar oleh Raja Nambrud, dan membasuhnya dengan air itu. Ia juga
diminta untuk melakukan shalat Tobat. Ia pun bergerak untuk melakukan shalat.
Di rakaat kedua, ia merasa badanya ringan. Usai shalat, ia merasa panas
tubuhnya menurun.
“Saya
bahkan sempat membaca Al-Qur’an meski tajwid saya waktu itu tidak bagus.”
Ujarnya. “Subhanallah!” kata itu yang selalu keluar dari bibirnya jika
mengingat kebesaran Allah yang dilimpahkan baginya.
Melaksanakan
shalat Tahajud bisa menyebabkan perubahan EEG (alat pengukur gelombang otak)
pada otak dan jiwa (euforia, depresi, mudah tersinggung, emosi yang labil).
Pada orang yang belum melaksanakan shalat Tahajud, kadar kortisol menjadi
tinggi dapat menyebabkan EEG pada otak dan jiwa, di antaranya menyebabkan
euforia, depresi, mudah tersinggung dan emosi labil. Sebaliknya, pada orang
yang melaksanakan shalat Tahajud kadar kortisolnya menjadi rendah sehingga EEG
stabil dan normal yang dapat membuat kita menjadi lebih tenang dalam setiap
tindakan, terhindar dari depresi, dan emosi menjadi stabil. Oleh karena itu,
shalat Tahajud baik untuk dilaksanakan oleh penderitaan gangguan jiwa dan
depresi, salah satu faktanya adalah seperti kisah di atas.
IDAN HERMANTO, SUKSES DALAM KARIER
Seorang
yang masih muda biasanya menggantung cita-cita setinggi langit. Begitu juga
yang dimiliki Idan Hermanto. Ia adalah laki-laki yang memiliki cita-cita tinggi
untuk menjalani karier. Pada mulanya, ia adalah mahasiswa biasa di sebuah
kampus terkenal di Jakarta. Ia tidak melulu menjalani aktivitas kampus. Ia
berupaya mengikuti berbagai macam organisasi mahasiswa yang menurutnya dapat
menjadikan kariernya melejit.
Pada
mulanya, ia percaya bahwa seseorang yang memiliki kerja keras akan mencapai
puncak kariernya. Ia lupa bahwa sesungguhnya manusia diciptakan dari dua
varian, yakni jasmani dan ruhani. Dua unsur itu hanya dijalankan satu, yakni
unsur jasmani saja. Dengan etos kerja yang dimiliki, ia merasa perjuangannya
akan berhasil. Akan tetapi tidak. Idan menjadi pekerja keras yang aktif di
berbagai bidang. Selain aktif di organisasi kampus, ia bekerja sambilan menjadi
peneliti.
Perjalanannya
itu dirasa sangat mengecewakan. Sebab, segala sesuatu yang diimpikannya, segala
sesuatu yang menjadi mimpinya, pupus ketika ada persaingan ketat dari rivalnya.
Ia kalah menggapai karier sebagai ketua organisasi di kampusnya. Ia merasa malu
tanpa ternyata perjalanan yang dilakukannya sama sekali tak memberikan manfaat,
tak memberikan semangat hidup yang lebih tegar. Akhirnya, dia menarik diri dari
organisasi tersebut dan memusatkan perhatiannya ke bidang penelitian.
Menurutnya, jalan itulah yang terbaik bagi dirinya.
Ia
meninggalkan shalat. Ia merasa cukup dengan memiliki berbagai macam konsep dan
pengetahuan yang bisa mendukung penelitiannya. Ia merasa nyaman ketika bekerja
di lembaga itu. Ia mengembangkan pemikirannya. Akan tetapi, semua itu hanyalah
makanan rasional dan tak memberikan dukungan bagi ruhaniah.
Satu
tahun kemudian, ternyata lembaga penelitian tempat Idan bekerja terkena kasus
pelik dengan lembaga pemerintahan sehingga pengadilan menyatakan bahwa lemba
itu harus ditutup. Hancurlah karier Idan yang selama ini dibangun, hancurlah
posisi yang selama ini dibanggakan olehnya. Ia kemudian berpikir mengapa setiap
menti karier, selalu saja ada ganjalan. Jiwanya semakin resah.
Ia
terus merenung, terus berpikir dalam kondisi yang sedang kebingungan. Menjelang
semester akhir, ia menyadari bahwa dirinya harus menyelesaikan kuliah. Ia
terdesak oleh berbagai kondisi. Di samping saat itu tidak punya pekerjaan,
tuntutan dari keluarga untuk menyelesaikan pendidikannya semakin pelik, sampai
tuntutan usia untuk menikah terus menghantui pikirannya.
Ia
kemudian datang pada Gus Jamal yang tinggal di pinggiran Jakarta Selatan. Ia ceritakan
semua pengalaman hidupnya pada sosok bijak tersebut. Kata Gus Jamal, “Anda ini
belum sempurna menjadi manusia karena hanya memanfaatkan fisik dan rasio
belaka. Apakah Anda mengira seseorang yang menuhankan rasionalitas akan
bahagia?”
“Saya
merasakan banyak kebingungan, Gus.” Jawabnya.
“Segala
sesuatu yang bersumber dari rasio jika tidak dibarengi dengan spirit dari hati
maka akan menjadi sesuatu yang membingungkan. Sumber kebingungan manusia adalah
ketika terlalu banyak bertumpu pada pikiran.”
Idan
hanya mengangguk dan menundukkan kepala. Ia mencoba mengingat dan menyesali
perbuatan yang dilakukannya selama ini. Kemudian Gus Jamal melanjutkan, “Ketika
Anda memutuskan untuk mengajar karier dengan cara yang gila hingga Anda
meninggalkan shalat, apakah hal itu benar? Apakah semua yang Anda impikan itu
kemudian bisa diraih? Tidak kan? Marilah menjadi manusia yang sempurna.”
“Bagaimana
caranya, Gus?”
“Jika
Anda ingin menjadi manusia yang tenang, maka hendaklah Anda menunaikan shalat
lima waktu, menunaikan shalat Tahajud yang tekun, kemudian teruslah pupuk etos
kerja Anda yang tinggi. Niscaya, apa yang Anda lakukan akan tercapai. Segala
sesuatu yang ada dibumi ini yang mengatur Allah Swt. Masak Anda mau menggapai
karier tanpa dengan izin-Nya? Ya, tidak mungkin. Bisa saja semua itu tercapai,
tapi tidak akan membuat Anda bahagia.”
Ungkapan
itu sangat menusuk di hati Idan. Ia kemudian berpikir, merenung, hingga
berupaya untuk menyatakan pada dirinya bahwa ia akan menunaikan shalat dengan
baik dan juga shalat Tahajud dengan rutin.
“Bangunlha
di tengah malam. Mintalah pada Allah yang Anda inginkan. Niscaya, Allah akan
mengabulkan segala permintaan.”
“Apa
dengan itu semua, segala mimpi saya akan tercapai, Gus?”
“Mintalah pada Allah di tengah malam, tapi jangan
lupa Anda tetap harus memiliki etos kerja yang tinggi, sebab doa itu tak akan
berguna apa-apa jika Anda hanya tidur.”
Ternyata,
ungkapan Gus Jamal menjadi sebuah asupan tersendiri bagi Idan Hermanto. Mulai
saat itulah, ia rajin menunaikan shalat lima waktu dan Tahajud. Ia juga memupuk
etos kerjanya. Ia berupaya memulai lagi kariernya. Ia berupaya menjadikan
dirinya sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain. Selama satu tahun, ia
membiasakan shalat Tahajud. Ia kemudian mendapatkan panggilan untuk menjadi
ketua sebuah partai politik. Ia pun menekuni kariernya di partai politik hingga
pada akhirnya menjadi anggota DPR Pusat. Karier itu dijalaninya dengan
kesungguhan, kejujuran.
TENTANG
PENULIS
Penulis
bernama Jamaludin Rifai lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis
adalah anak ke 7 dari 7 orang bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis
mempunyai bakat yaitu menulis dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah
satu kampus yang berada di Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada
tahun 2011, penulis berhasil menjadi alumni Fakultas Tarbiyah, Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan
pendidikanya S1.
Meski
masih tergolong pada tahap awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel
horor, dan suka membaca buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis
bercita-cita menjadi penulis yang terkenal melalui bukunya: SEHAT, KAYA, &
BERKAH.
Penulis dapat di
hubungi melalui emailnya: jamaludinrifai442@gmail.com
atau menghubungi kontak : 0853-4000-8577
Komentar
Posting Komentar