SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH
JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I
SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN
KEAJAIBAN
BERSEDEKAH
Kisah-Kisah Inspiratif Nyata,
Dengan Menemukan Keajaiban Pengamal-Pengamal Sedekah, Rezeki Mengalir Dari
Segala Penjuru Dan Berkah
“Allah Maha Kaya. Kaya Buanget.
Nggak Bakal Kehabisan Gara-Gara Kita Minta Dunia-Nya Di Dunia Ini. Masa Iya
Allah Segitu Pelitnya?”
(Yusuf
Mansur)
BUKU
PERSEMBAHAN
Saya Mengucapkan Terima
Kasih Yang Sebesar-Besarnya Kepada:
1. Allah
Swt Atas Segala Anugrah Dan Kesempatan Yang Sudah Diberikan
2. Kedua
Orang Tua Atas Cinta Dan Kasih Sayang Yang Tak Pernah Putus Asa Dan Selalu
Mendoakan Anak-Anaknya Agar Sukses Dan Selalu Bersabar, Berusaha, Selalu Rendah
Hati.
3. Keluarga
Besar Terutama Buat Kedua Kakakku, Mbak Suwarni Rivai, Mbak Masni Rivai Yang
Telah Memberiku Motivasi Dan Dukungan Terhadap Saya.
4. Teman-Teman
Sekolahku Dari Sd Sampai Perguruan Tinggi, Khususnya Para Sahabat-Sahabatku
Alumni Fakultas Tarbiyah Program Study Pendidikan Bahasa Inggris Yang Tak Bisa
Saya Sebut Satu Persatu.
5. Buat
Guru-Guruku Serta Dosen-Dosenku Yang Tak Dapat Saya Sebut Satu Persatu, Yang
Selalu Memberikan Ilmu Dan Motivasi Kepada Saya.
6. Orang-Orang
Yang Sudah Meluangkan Waktu Membaca Karya-Karya Saya. Terima Kasih Banyak.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji
bagi Allah, kita memuji, meminta pertolongan dan memohon ampunan hanya
kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri kita dan kejelekan
amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang
dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang
mampu memberinya petunjuk. Kita bersaksi bahwa tidak ada yang mampu memberinya
petunjuk. Kita bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan kita bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Suatu pemberian yang
diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela
tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian
yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT
dan pahala semata. Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum
Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud
adalah firman Allah swt yang artinya: ”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan
bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh
(manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di
antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan
Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa
4: 114).
Sedekah dalam Islam sangat
dianjurkan sebagai wujud jiwa sosial dan agar terciptanya satu kesatuan dalam
kehidupan, khususnya dibidang ekonomi umat Islam. Setiap sedekah yang
dikeluarkan balasannya pasti akan kembali kepada diri sendiri. Sekecil apapun
harta yang disedekahkan dijalan Allah dengan ikhlas, niscaya akan Allah balas
dengan berlipat ganda, dan terkadang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ketika kita menolong seseorang, mungkin orang tersebut tidak bisa membalas
kebaikan kita, akan tetapi Allah pasti menggerakkan tangan-tangan yang lain
untuk membalas kebaikan yang telah kita lakukan tersebut.
Amalan sedekah ialah salah
satu amalan yang paling mulia di sisi allah swt, dan memiliki kegunaan atau
manfaat yang luar biasa baik bagi si pemberi sedekah maupun orang yang menirima
sedekah.salah satu manfaat sedekah ialah memperpanjang umur, penolak bala,
mensucikan harta,mendamaikan jiwa dan lain-lainnya. Bukan seseorang yang
membutuhkan agar kita mau bersedekah kepadanya,akan tetapi kita lah yang butuh
orang agar kita bisa bersedekah.tangan di atas lebih baik daripada tangan di
bawah, istilah itu jelas menggambarkan orang yang memberi lebih mulia dari
orang yang memberi.oleh karena itu biasakan lah hidup anda untuk bersedekah,
karena ia akan sangat bermanfaat bagi diri anda nantinya baik di dunia maupun
di akhirat.jangan sesekali anda takut untuk bersedekah karena takut kehilangan
harta, allah telah berjanji dalam firman nya akan membalas 10 kali lipat lebih
banyak dari apa yang anda berikan/sedekahkan.
Penulis
menyajikan buku dengan bahasa yang mudah dipahami dan dengan suguhan cerita
yang menarik tentu akan menambah semangat anda. Penulis sadar judul buku ini
adalah, SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH, ini masih jauh
dari apa yang disebut dengan kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik
Allah semata. Walau demikian penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk
menyelesaikan buku ini, SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH, ini dengan semua kemampuan yang penulis
miliki.
Penulis
Jamaludin
Rifai, S.Pd.I
DAFTAR
ISI
BUKU
PERSEMBAHAN
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAGIAN
1. MAKNA, PERINTAH, DAN MACAM-MACAM SEDEKAH. 1
A.
MAKNA
SEDEKAH. 1
B.
PERINTAH
BERSEDEKAH DALAM AL-QUR’AN DAN HADIST NABI.
2
C.
ANCAMAN
BAGI ORANG YANG ENGGAN BERSEDEKAH. 4
D.
MACAM-MACAM
SEDEKAH. 7
BAGIAN
2. KIAT KHUSUS AGAR SEDEKAH, DIBALAS 700 KALI LIPAT. 11
A.
IKHLAS
SAAT BERSEDEKAH. 11
B.
SEDEKAH
DENGAN YANG TERBAIK. 12
C.
ISTIQAMAH
DALAM BERSEDEKAH. 14
D.
TIDAK
MENGHARAPKAN BALASAN DARI MANUSIA. 16
E.
TIDAK
MENYAKITI PIHAK PENERIMA SEDEKAH. 17
F.
TIDAK
MENAMPAKKAN SEDEKAH. 18
G.
TIDAK
PILIH-PILIH PENERIMA SEDEKAH. 18
H.
MENGIRINGI
SEDEKAH DENGAN IBADAH LAIN. 19
BAGIAN
III. KISAH-KISAH NYATA TENTANG SEDEKAH.
30
SEDEKAH
MENGHILANGKAN SAKIT GINJALNYA. 30
SEDEKAH
KECIL BERBUAH BESAR DI TANAH HARAM. 33
SEDEKAH
MENYELAMATKANNYA DARI MEJA HIJAU. 36
SEDEKAH
BERBUAH HAJI. 40
SEDEKAH
PENJUAL SINGKONG BISA NAIK HAJI. 44
SEDEKAH
1 MENJADI 10. 48
SEDEKAH
MENYEMBUHKAN KANKER RAHIM. 52
DENGAN
BERSEDEKAH BISA HAMIL. 55
SEDEKAH
BERBUAH MOTOR. 59
KARENA
SEDEKAH, IA MEMPEROLEH HEKTARAN TANAH. 62
BISA
BERHAJI KARENA SEDEKAH, HARTA YANG PALING DICINTAI. 66
MENANG
KOMPETISI BERHADIAH. 69
SUKSES
MERAUP REJEKI DAN BISA NAIK HAJI. 73
KOMBINASI
AMPUH SEDEKAH, TAHAJUD DAN DHUHA. 75
BANGKIT
DARI KETERPURUKAN, DAN BERHAJI SEKELUARGA. 77
KISAH
SI BEJO YANG BENAR-BENAR BEJO ALIAS BERUNTUNG. 79
SEDEKAHNYA
SI PENJUAL TAHU KETUPAT. 81
BUAH
YANG DIDAPAT DARI BERSEDEKAH. 83
KEAJAIBAN
YANG BENAR-BENAR NYATA. 85
SEDEKAH
SUPIR DAN DOA SANG NENEK. 89
KISAH
USTADZ YANG MENDAPAT TRANSFERS GAIB 25 JUTA. 93
NASI
BUNGKUS. 98
AMPLOP
TITIPAN USTAD. 100
PEREMPUAN
MISTERIUS BAGIKAN DUIT DI PASAR SENEN. 103
KEAJAIBAN
SEDEKAH PAK HUSNI. 104
SEDEKAH
MENOLAK BALA. 108
PERTOLONGAN
SEDEKAH 500 PERAK. 110
SEDEKAHNYA
MR. X. 113
SEDEKAH
TERBAIK SEORANG PEDAGANG NASI. 115
SEDEKAH
SAAT BERHAJI. 117
DAFTAR
PUSTAKA. 122
TENTANG
PENULIS. 123
BAGIAN I
MAKNA, PERINTAH, DAN MACAM-MACAM
SEDEKAH
Sedekah
merupakan sebuah ibadah dengan ganjaran tanpa batas dan investasi yang tidak
pernah berhenti. Sedekah mengundang datangnya rezeki. Rezeki yang disedekahkan
akan terus bertambah dan berlipat ganda. Sedekah bisa menyembuhkan penyakit.
Sedekah dapat menolak bala, menahan musibah, dan menghilangkan kesulitan.
Sedekah juga bisa mendatangkan ketenangan. Intinya, sedekah adalah ibadah
dengan segudang manfaat dan keajaiban.
A.
MAKNA
SEDEKAH.
Kata sedekah
dalam bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Arab, Ash-Shadaqah. Asal
kata ini adalah Ash-Shidq yang berarti benar, karena sedekah menunjukkan
kebenaran iman kepada Allah. Artinya, orang yang benar imannya pasti akan gemar
bersedekah karena ia yakin dengan balasan Allah. Menurut Al-Jurjani, sedekah
adalah pemberian yang diberikan untuk mengharapkan pahal Allah. Sementara
Al-Raghih Al-Asfahani mengatakan, “Sedekah adalah harta yang dikeluarkan
manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti zakat. Bedanya, sedekah
untuk kategori sunah, dan zakat untuk yang wajib.” Imam An-Nawawi menuturkan,
“Dimanakan sedekah karena ia menunjukkan kebenaran imannya secara lahir dan
batin. Karenanya, sedekah adalah pembenaran dan kebenaran iman.”
Sedekah adalah
harta yang dinafkahkan dengan mengharap pahala dari Allah swt. Sedekah teribuagi
menjadi daua, yaitu wajib dan sunah. Dalam penggunaan istilah syariat, sedekah
wajib biasa disebut dengan zakat. Sedangkan sedekah sunah disebut sedekah.
Sedekah termasuk
bagian infak di jalan Allah. Ada tiga macam infak yang dikenal dalam Islam. Dua
di antara ketiga hal itu adalah wajib dan salah satunya adalah sunah. Dua hal
yang wajib adalah zakat harta (yang ditentukan pada macam-macam hasil
perniagaan, pertanian, peternakan, emas, dan perak, harta temuan, dan hasil
pekerjaan) dan zakat fitrah (yang diwajibkan atas setiap mukmin, laki maupun
perempuan, anak-anak maupun dewasa, yang dikeluarkan setiap akhir Ramadhan
sebagai pembersih diri dari dosa dan penyempurnaan puasa Ramdhan yang telah
dilakukan sebulan penuh). Adapun yang sunah, lebih dikenal dengan sebutan
shadaqah atau sedekah.
Ketiga macam
infak itu dikatakan sebagai pengeluaran harta di jalan Allah. Jadi, ketika kita
membayar zakat untuk orang miskin, memelihara anak-anak Si Perempuan,
memberikan sumbangan untuk koribuan bencana, membangun masjid dan lembaga Pendidikan,
memberikan beasiswa untuk pada penuntut ilmu, dan termasuk memberi nafkah untuk
istri dan anak-anak, sesungguhnya kita sedang berinfak di jalan Allah. Dan,
barangsiapa berinfak di jalan Allah, pasti akan mendapatkan ganti yang berlipat
ganda. Dalam hadis Qudsi, Allah swt berfirman, “Hai anak Adam! Infakkanlah
hartamu niscaya aku akan menambah hartamu itu!”
B.
PERINTAH
BERSEDEKAH DALAM AL-QUR’AN DAN HADIST NABI.
Bersedekah
merupakan perbuatan mulia karena bisa mendatangkan kecintaan Allah dan seluruh
makhluk-Nya. Sedekah juga memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang terkadang
tidak terdapat dalam ibadah lainnya. Oleh karena itu, Allah dalam Al-Qur’an dan
Rasulullah dalam hadis-hadisnya selalu menganjurkan umat Islam untuk gemar
bersedekah.
Banyak nash,
baik dari Al-Qur’an maupun hadis, yang menunjukkan bahwa barangsiapa
membelanjakan harta di jalan Allah, atau barangsiapa gemar bersedekah,
sesungguhnya Allah akan mengganti harta yang disedekahkannya itu
berpipat-lipat, tidak hanya kelak di akhirat, tapi juga ketika masih hidup di
dunia. Di antara nash-nash itu, simaklah Firman-firman Allah dan sabda-sabda
Rasulullah berikut ini.
v Perumpamaan
(sedekah/nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya
dijalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada
setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) siapa saja yang dia
kehendaki. Dan Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui. “QS. Al-Baqarah
2: 261)
v “Siapakah
yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik (menyedekahkan/menafkahkan
hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya
dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki)
dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah 2: 245)
v “Kamu
sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.“ (QS. Ali-Imran 3: 92)
v “Katakanlah,
Sesungguhnya Rab-ku melapangkan rezeki siapa saja yang dikehendaki-Nya di
antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa saja, yang dikehendaki-Nya.
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkah, maka Allah akan menggantinya dan
Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ 34:39)
v “Barangsiapa
yang menafkahkan hartanya untuk membantu peperangan di jalan Allah, maka akan
dilipat gandakan pahalnya menjadi tujuh ratus.” (HR. Tirmidzi)
v “Barangsiapa
yang bersedekah meskipun sebutir kurma tapi dari hasil yang baik, sesungguhnya
Allah akan menerima kurma itu dengan, tangan kanan-Nya. Kemudian Dia akan
menggandakannya untuk orang yang bersedekah itu sebagaimana salah seorang di
antara kalian memelihara seekor anak kuda, sehingga sedekah kurma tersebut
menjadi sebesar gunung.” (HR. Bukhari)
v “Tidak
ada satu hari pun seorang hamba yang bangun kecuali dua malaikat turun, dari
surga. Salah seorang malaikat itu berkata,”Ya Allah, berilah ganti bagi orang
yang menginfakkan apa yang dia infakkan.” Dan malaikat yang satunya mengatakan.
“Ya, Allah, berilah seseorang yang menahan hartanya tidak mau bersedekah,
dengan kehancuran.” (HR. Bukhari)
v “Ada
tiga hal, aku bersumpah bahwa tiga hal itu adalah pasti benar dan aku akan
menceritakannya padamu, maka ingat-ingatlah! Harta tidak akan berkurang karena
sedekah. Tidak akan ada seorang pun yang beribuuat salah manakala ia sabar,
kecuali Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada seorang pun yang
meminta rezeki pada orang lain, kecuali Allah akan memiskinkannya.” (HR.
Tirmidzi dan Ahmad)
v “Telah
datang seorang laki-laki kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah! Beritahukanlah
tentang hartaku, bagaimana caranya aku bersedekah? Beliau menjawab, “Hendaklah
engkau bersedekah dalam keadaan sehat, amat membutuhkan, sedang berangan-angan
menjadi kaya, dan khawatir miskin. Dan janganlah menunda-nunda sedekah,
sehingga jika ajal telah sampai di sini
kerongkongan, engkau berkata, ‘Hartaku ini untuk si Fulan, hartaku untuk
si Fulan. Harta itu untuk mereka, saat engkau tak menyukainya.” (HR. Bukhari
dan Muslim).
C.
ANCAMAN
BAGI ORANG YANG ENGGAN BERSEDEKAH.
Allah mencintai
orang yang bersedekah dan akan mengganti harta yang disedekahkannya.
Sebaliknya, Allah amat benci kepada seseorang yang enggan bersedekah dan akan
menghancurkan harta yang ditahannya itu. Orang yang menahan hartanya untuk
disedekahkan disebut bakhil.
Bakhil adalah
mempertahankan harta yang tidak seharusnya ditahan. Kebalikannya adalah sifat
Al-Jud atau dermawan. Ibnu Katsir mengatakan orang yang bakhil menafikan nikmat
Allah dan seolah-olah tidak pernah ia terima, baik dalam makanan, pakaian,
pemberian, atau usahanya.
Fakhruddin
Ar-Razi menggandengkan sifat bakhil dengan tamak. Tamak adalah usaha total
untuk memperoleh kekayaan ketika tidak ada atau ketika berlimpah, sedangkan
bakhil adalah usaha total mempertahankan kekayaan ketika kekayaan tersebut ada.
Dengan kata lain, tamak adalah kesukaan berlebihan untuk mengumpulkan dan
menghasilkan harta sebanyak-banyaknya, dan bakhil adalah kesukaan untuk
mempertahankannya. Kedua sifat ini merupakan bagian dari karakteristik cinta
dunia (hubbud dunya) yang harus diwaspadai.
Bakhil adalah
sifat yang amat tercela karena menyebabkan seseorang menjadi egois,
individualis, materialis, dan enggan bersedekah untuk membantu orang lain.
Orang yang bakhil akan merasa harta yang dimilikinya adalah hasil jerih
payahnya sendiri. Orang seperti ini biasanya tidak mennggakui atau pura-pura
tidak mendapatkan bantuan dari orang lain. Dan, yang lebih parah lagi, ia terkadang
tidak merasa adanya Tuhan yang membantunya. Orang bakhil juga biasanya cepat
hasud tatkala ada orang yang dia kenal lebih dari dirinya. Dan, hasudnya ini
dia praktikkan dengan terus-menerus mencari kelemahan-kelemahan orang yang dia
hasudi. Penderita penyakit hasud biasanya berangan-angan agar nikmat yang ada
pada orang lain berpindah kepadanya.
Tak heran kalau
bakhil adalah karakteristik yang sangat dibenci oleh banyak orang. Kita bisa
lihat bagaimana kebanyakan orang enggan bergaul dengan bakhil. Begitu pula
Tuhan. Sehingga, ada ungkapan, “Orang bakhil adalah musuh Allah.” Rasulullah
saw bersabda, “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat
dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang bakhil jauh dari Allah,
jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang
bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah daripada orang pintar yang bakhil.
“(HR. Tirmidzi)
Orang yang
bakhil atau enggan bersedekah diancam oleh Allah dengan kehancuran dan
kebangrutan terhadap apa-apa yang dimilikinya. Contoh nyata orang bakhil yang
dihancurkan Allah adalah Tsa’labah dan Qarun.
Tsa’labah pada
mulanya adalah orang miskin. Namun, setelah didoakan oleh Rasulullah, ia
dikarunia rezeki yang berlimpah. Tsa’labah menjadi orang kaya. Sayangnya,
setelah kaya, ia lupa dengan kewajiban agama. Makin bertambah kaya, Tsa’labah
makin jauh dari masjid, makin jarang bertemu dengan saudara-saudara, dan tidak
mau membayar zakat kepada pemerintahan waktu itu. Sebuah ayat Al-Qur’an turun
memberikan peringatan kepadanya. Keluarganya menangis karena tahu ayat itu
ditunjukan kepadanya. Tsa’labah tak menghiraukannya. Ia mati tragis dalam
kebakhilan.
Sedangkan Qarun
adalah salah seorang anak paman Nabi Musa As. Allah menganugerahkan kepadanya
harta yang sangat berlimpah, sampai-sampai kunci-kunci gudang tempat menyimpan
hartanya harus dijaga pula. Konon, penjaga kuncinya adalah orang-orang yang
kuat dan jumlahnya lebih dari empat ratus orang. Anda bisa bayangkan seberapa
banyak kekayaan Qarun. Tidak ada zaman sekarang yang sekaya Qarun. Kalau pun
ada, mungkin itu hanya berapa persen saja dari harta kekayaan Qarun.
Sayangnya, Qarun
orangnya seperpelit, dan yang lebih ironis lagi sombongnya melebihi batas.
Saking sombongnya, ia mennggakui bahwa harta kekayaannya bukan pemberian Tuhan,
tapi hasil kerja dan kepintarannya. Akhirnya, Allah benamkan Qarun dan seluruh
kekayaannya ke dalam perut bumi. Hal ini sebagaimana Allah tegaskan dalam
firman-Nya.”Maka kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak
ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap adzab Allah. Dan,
tiadalah ia termasuk orang yang dapat membela dirinya. Dan, jadilah orang-orang
yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata, “Aduhai, benarlah
Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya
dan menyempitkannya, kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita,
benar-benar Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah tidak beruntung
orang-orang yang mengingkari nikmat Allah. (QS. Al-Qashash 81: 82). Tak heran
kalau Rasulullah saw pernah bersabda, “Bahwa ada malaikat yang senantiasa
berdoa setiap pagi dan sore,”Ya Allah, berilah orang yang berinfak gantinya.
Dan, berkata yang lain, “Ya Allah, jadikanlah untuk orang yang menahan infak
kehancuran. “(HR.Bukhari dan Muslim)
Orang-orang yang
bakhil juga kelak di akhirat akan mendapatkan siksa yang pedih. Allah swt
berfirman, “Sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah
berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi
mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka
bakhilkan itu akan Kami kalungkan kelak di lehernya di hari Kiamat. Dan,
kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan bumi. Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran 3: 180)
D.
MACAM-MACAM
SEDEKAH.
Ancaman Allah
terhadap orang-orang bakhil hendaknya memotivasi kita untuk berlomba-lomba
dalam mengeluarkan sedekah bagaimana pun keadaan kita, selagi kaya atau miskin,
waktu sehat maupun sakit. Sedekah memang lebih utama dengan harta yang kita
miliki. Namun, bukan berarti orang yang tidak mempunyai harta tidak bisa
bersedekah.
Bagi Anda yang
memiliki harta, bersyukurlah dengan segera mengeluarkan zakat dan sedekahnya.
Dan bagi Anda yang kekurangan harta, janganlah Anda bersedih! Anda masih bisa
bersedekah dengan kemampuan masing-masing. Rasulullah saw bersabda, “Setiap
muslim wajib bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu
jika ia tidak memiliki sesuatu apa pun untuk disedekahkan?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia bekerja
sehingga hasilnya dapat ia memanfaatkan untuk dirinya dan dapat ia sedekahkan.”
Sahabat itu bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika tidak mampu?” Beliau
menjawab, “Hendaklah ia membantu orang yang memerlukan bantuan.” Ia bertanya
lagi, “Bagaimana pendapatmu jika tidak mampu?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia
menyuruh yang makruf atau baik.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana jika ia tidak
melakukannya?” Beliau menjawab. “Hendaklah ia menahan diri agar tidak beribuuat
jahat kepada orang lain, sesungguhnya itu juga termasuk sedekah.” (HR. Ibnu
Hibban). Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memiliki
harta hendaklah ia bersedekah dengan hartanya, dan barangsiapa memiliki ilmu
hendaklah ia bersedekah dengan ilmunya, dan barangsiapa yang memiliki tenaga
(kekuatan) hendaklah ia bersedekah dengan tenaganya.” (HR. Muslim)
Berdasarkan dua
hadits tersebut, para ulama membagi cara-cara bersedekah ke dalam beribuagai
macam, antara lain:
1. Sedekah
dengan harta.
Sedekah yang
paling utama adalah dengan harta, baik dengan harta yang telah ada maupun
dengan bekerja mencarinya terlebih dahulu. Islam menyuruh umatnya agar kaya
raya supaya ia bisa bersedekah lebih banyak. Orang kaya memiliki kesempatan
lebih banyak untuk bersedekah. Ia bisa mendekati Allah melalui harta yang
dimilikinya, yakni dengan bersedekah.
Jika Anda
termasuk orang kaya, janganlah menikmati harta Anda sHerdirian, dan janganlah
selalu merasa bingung dengan harta kekayaan yang Anda punya. Segerelah
bersedekah sebelum saatnya harta kekayaan Anda hilang, tanpa Anda sempat
bersedekah. Sisihkan sebagian harta yang Anda punya, yang sesungguhnya adalah
hak orang lain yang dititipkan melalui tangan Anda. Ada banyak orang lain yang
membutuhkan harta Anda, seperti orang-orang fakir-miskin, anak-anak Si
Perempuanm, janda-janda tua, panti-panti asuhan, para peminta-minta,
lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya. Merekalah ladang utama Anda untuk
bersedekah dengan harta Anda.
2. Sedekah
dengan tenaga dan pikiran.
Jika orang kaya
mendekatkan diri kepada Allah dengan menyedekahkan hartanya, orang miskin bisa
bersedekah dengan cara lain, yaitu melalui tenaga dan pikirannya. Meski tiada
berharta, Anda tidak perlu putus asa. Anda bisa bersedekahkan untuk bekerja
bakti, mengurus pengurus masjid atau mushala, mengelola lembaga-lembaga sosial
yang tidak ada bayarannya, dan sebagainya.
Bila
tenaga pun tak mampu, Anda bisa beribuagai sumbangsih pemikiran. Gunakan
kekuatan dan keajaiban otak Anda untuk membantu menyelesaikan persoalan orang
lain. Sekarang ini, banyak orang yang memikirkan masalah pribadi, keluarga,
masyarakat, dan bangsa. Di situlah ladang Anda untuk bersedekah melalui pikiran
yang Anda miliki.
3. Sedekah
dengan ilmu.
Di kondisi bangsa
kita yang masih dililit kebodohan, Anda juga bisa memanfaatkan ilmu yang Anda
miliki sebagai sedekah. Jangan pelit dengan ilmu dengan menyembunyikannya.
Mengajarkan suatu ilmu kepada orang lain berarti Anda sedang bersedekah dengan
ilmu. Dengan ilmu yang dimiliki, Anda bisa membantu membimbing belajar
anak-anak miskin yang tak mampu les privat dan tak punya kesempatan untuk
bersekolah. Anda bisa membantu mengajar anak-anak belajar Al-Qur’an di rumah
Anda sHerdiri tanpa memungut bayaran dari mereka. Anda juga bisa memberikan
tausiyah, mengisi pengajian, dan memberikan motivasi kepada orang lain untuk
sukses. Semua itu merupakan bagian dari sedekah. Rasulullah bersabda, “Sedekah
yang paling baik adalah jika seorang muslim mempelajari suatu ilmu, kemudian ia
mengajarkan kepada saudaranya yang muslim.” (HR. Ibnu Majah)
4. Sedekah
dengan perbuatan baik.
Jika Anda tidak
memiliki harta dan ilmu, Anda jugamasih bisa bersedekah. Pokoknya, banyak jalan
menuju sedekah. Yang paling mudah adalah dengan beribuuat baik sebanyak
mungkin. Sebab, setiap peribuuatan baik adalah sedekah. Sebagaimana sabda
Rasulullah saw, “Semua peribuuatan baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari). Oleh
karena itu, janganlah meremehkan peribuuatan baik sekecil apa pun. Dan
janganlah, menyia-nyiakan peluang untuk beribuuat baik. Prinsipnya, setiap peribuuatan
baik adalah sedekah. Berikut ini peribuuatan-peribuuatan baik yang di hitung
sedekah.
v Dzikir
dan shalat Dhuha. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Setiap pagi pada ruas
tulang kalian terdapat sedekah. Setiap ucapan tasbih (Khairulallah) adalah
sedekah, setiap ucapan tahmid (alhamdu lillah) adalah sedekah, setiap ucapan
tahlil (laa ilaaha illallah) adalah sedekah, setiap kebaikan adalah sedekah,
dan dua rakaat yang dikerjakan seseorang dalam shalat dhuha telah mencakup
semuanya.” (HR. Muslim)
v Meringankan
beban orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Setiap persHerdian
hendaknya bersedekah setiap hari teribuitnya matahari. Berlaku adil di antara
dua orang adalah sedekah, membantu orang dengan memberikan tumpangan adalah
sedekah atau membantu mengangkat barang adalah sedekah.” (HR. Bukhari-Muslim)
v Mebuang
kotoran atau duri dari jalan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Engkau
membersihkan duri dari jalan (supaya orang lain tidak celaka), itu adalah
sedekah.” (HR. Bukhari)
v Menangguhkan
hutang. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Orang yang menangguhkan hutang orang
yang tidak mampu maka baginya pahala sedekah setiap hari sejumlah harta yang
dihutangkan. Kemudian, beliau bersabda lagi, “Orang yang menangguhkan hutang
orang yang mampu maka baginya pahala sedekah setiap hari dua kali lipat dari
jumlah harta yang dihutangkan.” (HR. Ahmad)
v Banyak
tersenyum. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Semua kebaikan adalah sedekah, di
antara kebaikan itu adalah menemui saudaramu dengan wajah berseri tersenyum.
(HR. Tirmidzi)
v Tidak
beribuuat jahat kepada orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.” Engkau
mencegah kejahatanmu kepada orang lain, itu adalah sedekahmu terhadap dirimu.”
(HR. Muslim
v Berkata
baik. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Jagalah kamu dari api neraka walaupun
hanya bersedekah dengan sebutir kurma. Kalau tidak punya, berkatalah dengan
baik, itu pun termasuk sedekah.” (HR. Bukhari)
v Berjimak
dengan istri. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Setiap tasbih adalah sedekah,
setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahyi munkar adalah sedekah, dan
menyalurkan syahwat kepada istrinya adalah sedekah.” (HR. Bukhari)
v Menunjukkan
jalan kepada orang yang tersesat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
“Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat termasuk sedekah dan
menyingkirkan batu, duri dan tulang adalah sedekah.” (HR. Ibnu Majah)
Dari uraian
tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk bersedekah tidak harus menunggu kaya
dan tidak melulu harus dengan harta. Banyak cara untuk melakukan sedekah. Jadi,
tidak ada belasan bagi kita untuk meninggalkan sedekah.
BAGIAN III
KISAH-KISAH NYATA
TENTANG SEDEKAH
SEDEKAH MENGHILANGKAN SAKIT
GINJALNYA
Penyakit
apapun pasti rasanya tidak enak. Tidur tidak lelap, dan melek pun tidak enak.
Apalagi, jika penyakit itu memang dinilai sangat berat dan mengharuskannya
untuk masuk operasi. Yang ada di dalam pikirannya, mungkin hanya gelisah dan
stres. Demikian yang di alami oleh lelaki berikut ini. Atas permintaan
narasumber, namanya sengaja disamarkan. Sebut saja namnya Si Bintang umur 40
tahun. Dia adalah lelaki yang sudah beristri dengan seoarang anaknya berumur
lima tahun yang lalu, dia terkena suatu penyakit yang sangat akut yaitu ginjal.
Penyakit
ginjal (renal lithiasis) adalah gumpalan kecil dan keras yang teribuentuk di
dalam ginjal. Penyakit ginjal teribuentuk ketika komponen urin (cairan dan baeribuagai
mineral dan asam) hilang keseimbangan. Ketika hal ini terjadi, dalam urin
terdapat lebih banyak zat yang mengkristal, seperti kalsium, oxalate dan uric
acid, daripada cairan. Pada saat yang sama, pada urin terdapat zat yang
mengkristal dan menggumpal sehingga teribuentuk penyakit ginjal. Akibat
penyakit yang dideritanya Si Bintang kerapkali merasakan sakit yang tiba-tiba.
Hal itu biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari. Pinggulnya tiba-tiba
terasa sakit yang kemudian menjalar ke pinggang dan lalu pindah lagi ke arah
paha.
“Sakitnya
luar biasa Mas” Ujarnya. Si Bintang hampir-hampir saja pingsan menahan rasa
sakitnya yang tak ketulungan. Yang bisa dia lakukan, hanyalah memegang bagian
tubuhnya yang sakit tersebut sambil merintih-rintih. Sang istri yang
mengetahuinya terkadang ikut panik dan merasa sangat sedih. Umumnya penyakit
ginjal bisa dikeluarkan ketika sang penderita mengeluarkan urin (kencing),
karena itu, orang yang menderita penyakit ini harus banyak minum air putih
untuk mendorong penyakit ginjal tersebut keluar secepatnya. Hanya saja, banyak
pula yang tidak bisa keluar karena bentuk penyakit ginjalnya yang besar. Dalam
kondisi seperti ini, jalan satu-satunya adalah operasi.
Itu
pula yang terjadi dengan Si Bintang.
Penyakit ginjalnya tak bisa keluar meski berkali-kali ia coba dengan
mengeluarkan urin sebanyak-banyaknya. Dokter pun mengharuskannya untuk
dioperasi. Namun, ia menolaknya. Jangankan operasi, jarum suntik saja ia takut.
Karena itu, ia lebih memilih bertahan pada penyakitnya sambil berharap
keajaiban Tuhan. Ia lebih memilih untuk minum obat-obatan saja. Padahal, dokter
sudah menawarkannya melakukan operasi yang mudah tanpa merobek bagian tubuhnya,
yaitu dengan metode Extra-corpereal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu metode
menggunakan gelombang kejut. Metode ini pertama kali dilakukan di Jerman Barat
tahun 1972. Namun begitu, Si Bintang tetap saja menolknya. Pokoknya, segala hal
yang berhubungan dengan operasi baginya sangat mengerikan, apapun itu bentuknya.
Akhirnya, Si Bintang pun tetap tidak mau dioperasi.
Dalam
kebingungan dan putus asa, tiba-tiba saja sang istri membaca buku The Miracle
of Sedekah Karya Ustadz Yusuf Manshur. Sebuah karya yang menjelaskan tentang
kekuatan sedekah. Ditulis dalam buku itu bahwa sedekah bisa menyembuhkan segala
penyakit. Sang istri pun sangat tergugah dengan isi buku tersebut dan berusaha
ingin ia praktekkan. Kepada sang suami, ia pun mengisahkan pengalamannya
membaca buku tersebut dan upaya alternatif untuk bisa menyembuhkan penyakitnya,
yaitu dengan sedekah. Ternyata, saran positif oleh sang suami. Seketika saja ia
menyuruh sang istri untuk segera mengambil uang. Uang-uang itu lalu dimasukin
ke beberapa amplop dan langsung dibagikan ke beberapa pasien dan keluarga tidak
mampu (Bukan kelas VIP) yang ada di rumah sakit tersebut.
Tidak itu saja, beberapa bingkisan dan
pemberian para penjenguk (termasuk dari teman-teman kantor dan relasinya)
dibagikan pula kepada tukang becak yang mangkal di depan rumah sakit. Waktu
terus berjalan, tidak terasa sudah seminggu Si Bintang di rumah sakit.
Tiba-tiba saja berita mengejutkan datang menghampiri keluarga Si Bintang.
Apakah penyakit penyakit ginjalnya semakin parah sehingga harus segera di
operasi? Ataukah keadaan Si Bintang yang memang sudah tak bisa diselamatkan
lagi? Dokter rumah sakit mengabarkan bahwa penyakit ginjal sudah tidak ada lagi
dalam tubuh Si Bintang. Ini benar-benar amazing (mengagumkan). Keluarga tidak
percaya mendengarnya. Apakah ini hanya basa-basi dokter saja untuk menenangkan
keluarga yang sudah putus asa? Ataukah memang kabar benaran?
Ternyata,
hal itu memang kabar benar. Dokter pun menunjukkan hasil scan terkahirnya
kepada keluarga Si Bintang itu memang sudah tidak ada lagi dalam tubuhnya.
Seketika saja raut bahagia menghiasi istri dan keluarga Si Bintang yang sedari
seminggu yang lalu menunggunya dengan sabar. Berita gembira itu sekaligus
memastikan bahwa Si Bintang tidak jadi dioperasi. Si Bintang sendiri akhirnya
pulih dan kemudian diperbolehkan pulang. Syukuran atas kesembuhan dirinya pun
dilakukan kembali sesampainya di rumah.
Demikian
sebuah kisah yang luar biasa tentang keajaiban sedekah. Dari kisah ini kita
bisa belajar bahwa penyakit apapun bisa sembuh berkah sedekah asalkan dilakukan
dengan niat yang sangat tulus. Bukan karena sedekahnya yang menyembuhkan,
tetapi Allah Sang Maha Penyembuh. Sedekah hanya jalan atau wasilah saja. Anda
punya penyakit atau keluhan apa saja? Lakukan sedekah dengan ikhlas. Insya
Allah, semuanya akan kembali normal. Segala permasalahan hidup Anda tersebut
bisa segera di atasi.
Tidak
akan bahagia orang yang mencari ilmu disertai tinggi hati dan kemewahan hidup.
Tetapi yang beribuahagia adalah orang yang mencari ilmu disertai rendah hati,
kesulitan hidup dan khidmah pada ulama. (Imam syafi’i ra)
SEDEKAH KECIL BERBUAH BESAR DI
TANAH HARAM
Ada
seorang jamaah lelaki umrah yang keberadaannya di Tanah haram sebenarnya satu
hal yang diluar sangkaannya. Ketika panggilan menunaikan ibadah itu menyapanya,
tiada kesiapan materi yang dimilikinya selain ilmu manasik yang memang sudah
dipalajarinya sejak lama. Lelaki itu sempat tercengang ketika ia mendapat
tawaran beribadah ke Tanah Suci. Tawaran itu sangat memikat, tetapi melahirkan
kebimbangan karena tiada bekal materi di sisinya. Namun, kebimbangan itu
akhirnya sirna manakala seseorang yang menawarkan kebaikan itu menyodorkan
kemudahan-kemudahan lain, yang lagi-lagi diluar sangkaannya. “Antum tinggal
berangkat saja. Segalanya telah disiapkan.”
Segalanya?
Khairulallah. Seperti bermimpi. Memang, sejatinya sebaik-baik peribuekalan itu
adalah nawaitu. Niat. Ya, sebongkah niat yang kuat dan tulus hanya untuk
beribadah kepada Allah swt. Bismillah! Akhirnya, perjalanan menuju rumah Allah
pun terwujud. Wujud dari rasa syukur si lelaki adalah ia dengan segala
keikhlasan dan kesungguhan menjalani segala rukun umrah yang sudah menjadi
ketentuan. Betapa nikmatnya beribadah di Majid Haram, thawaf, sa’i, tahlul dan
lain sebagainya. Andai saja, si lelaki termenung, selain melakukan ibadah
shalat, puasa dan yang lainnya, si lelaki juga ingin melaksanakan sedekah
seperti yang dilakukan oleh jamaah lain, tapi, dari sisi materi, ia tak
memiliki kelebihan. Ketika ia merogoh saku gamisnya, hanya beberapa real saja
yang terselip di situ. Pantaskah uang sekecil ini disedekahkan?
Secuil
keraguan terhapus oleh sbongkah keyakinan bahwa dalam bersedekah, jangan lagi
memandang besar atau kecil namun lihatlah sisi keikhlasannya, ya, ya, ya, si
lelaki pun dengan terselip di saku gamisnya. Setelah itu, sedekah yang sekecil
itu benar-benar terlupakan oleh kesibukan ibadah yang lain. Apa yang terjadi
setelah itu? Pagi itu, si lelaki tengah sibuk dengan segala kegiatan harian
selama ia menunaikan ibadah umrah. Saat ia menunaikan ibadah umrah. Saat ia
sedang membereskan keperluan untuk menjalani rangkaian ibadah tersebut, di
sebuah kamar hotel, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.
“Loh,
kenapa masih di sini? Apa tidak ikut kegiatan belanja dengan yang lain?” Tanya
si pengetuk pintu.
Si
lelaki termenung, ia hanya berujar dalam hati: ‘Kalau pergi belanjanya sih mau
ikut, tapi.. bayar belanjaannya pakai apa?
“Ini
ada titipan dari Bapak. Sedikit. Tapi bisa untuk sekedar membeli
oleh-oleh,”Ujar si pengetuk pintu itu lagi sambil meyodorkan lembaran uang yang
digulung.
Si
lekaki menerima dengan rasa Syukur. Ketika tamunya pulang. Si lelaki segera
membuka gulungan uang yang ternyata berupa dolar senilai 100. Dengan uang
sebesar itu ia dapat membeli sedikit oleh-oleh. Si lelaki bergegas hendak ke
tempat belanja, namun sebelum ia betul-betul meninggalkan kamarnya, di muka
pintu ada seorang teman jamaah yang minta di antar membeli oleh-oleh untuk
atasannya.
“Kalau
begitu sekalian saja.” Ucap si lelaki kepada temannya..
Jadilah
keduanya belanja oleh-oleh ke suatu tempat. Dan lagi-lagi si lelaki tertegun,
ternyata temannya itu juga membelikan oleh-oleh untuknya. “Ini untuk keluarga
kamu di rumah,” begitu ucapan si teman sambil memberikan sebentuk oleh-oleh
yang dibelinya. Si lelaki kembali mengucapkan syukur. Ia merasa, hanya sekali
ia bersedekah dengan sedikit real, tapi sudah lebih dari sekali ia menerima
sedekah dari orang lain dengan nilai yang jauh lebih besar. Si lelaki kembali
melanjutkan perjalanan. Di hadapannya kini terpampang sebuah pemandangan di
kedai makan. Seorang jamaah bertubuh besar terlihat sibuk dengan bawaannya,
jamaah besar itu ingin mengambil segelas air minum yang sudah disediakan, tapi
karena bawaannya itu, ia tidak bisa mengambil sHerdiri. Lalu seorang jamaah
bertubuh kecil di sebelahnya berinisiatif mengambilkan gelas itu, dan
memberikan kepada si jamaah bertubuh kecil.
Besar
merasa tertolong dan berterima kasih kepada si jamaah bertubuh kecil. Bukan
Cuma dengan ucapan si jamaah bertubuh besar itu berterima kasih. “Ini gamis
yang baru saya beli, tapi terlalu kecil. Biar gamis ini untuk kamu saja,”
Ujarnya. Jamaah bertubuh kecil menerima gamis yang disorkan ke hadapannya.
Alhamdulillah. Si lelaki yang memperhatikan kejadian itu merasa takjub.
Sungguh, di Tanah Haram ini kebaikan sekecil apapun, beribuuah kebaikan yang lebih
besar. Betapa ia pun merasakan hal ini. Dana ketika si lelaki kembali ke kamar
hotel, lagi-lagi ia merasakan kembali balasan atas sedekahnya. Tak lama setelah
ia berselonjor di tempat tidur hotel, pintu kemblai diketuk seseorang. Ketika
ia membuka pintu, tamu yang datang segera menyodorkan sesuatu.”Ini oleh-oleh
untuk kamu bawa pulang.” Ujarnya. Si lelaki itu tertegun. “Dari Bapak,” Jelas
tamu itu lagi. Allahu Akbar! Si lelaki bertabiran menyeru kebesaran dan
kemurahan Allah sang Maha Pemurah.
TENTANG
PENULIS
Penulis bernama Jamaludin Rifai
lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis
berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis adalah anak ke 7 dari 7 orang
bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis mempunyai bakat yaitu menulis
dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah satu kampus yang berada di
Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2011, penulis berhasil
menjadi alumni Fakultas Taribuiyah, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan pendidikannya S1.
Meski masih tergolong pada tahap
awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel horor, dan suka membaca
buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis bercita-cita menjadi
penulis yang terkenal melalui bukunya: SEHAT, KAYA, &
BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH,
Penulis dapat di hubungi melalui email :
jamaludinrifai442@gmail.com
No HP: 085340008577
Komentar
Posting Komentar