SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH

JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I
SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN
BERSEDEKAH

Kisah-Kisah Inspiratif Nyata, Dengan Menemukan Keajaiban Pengamal-Pengamal Sedekah, Rezeki Mengalir Dari Segala Penjuru Dan Berkah


“Allah Maha Kaya. Kaya Buanget. Nggak Bakal Kehabisan Gara-Gara Kita Minta Dunia-Nya Di Dunia Ini. Masa Iya Allah Segitu Pelitnya?”  (Yusuf Mansur)
BUKU PERSEMBAHAN
                       
Saya Mengucapkan Terima Kasih Yang Sebesar-Besarnya Kepada:
1.      Allah Swt Atas Segala Anugrah Dan Kesempatan Yang Sudah Diberikan
2.      Kedua Orang Tua Atas Cinta Dan Kasih Sayang Yang Tak Pernah Putus Asa Dan Selalu Mendoakan Anak-Anaknya Agar Sukses Dan Selalu Bersabar, Berusaha, Selalu Rendah Hati.
3.      Keluarga Besar Terutama Buat Kedua Kakakku, Mbak Suwarni Rivai, Mbak Masni Rivai Yang Telah Memberiku Motivasi Dan Dukungan Terhadap Saya.
4.      Teman-Teman Sekolahku Dari Sd Sampai Perguruan Tinggi, Khususnya Para Sahabat-Sahabatku Alumni Fakultas Tarbiyah Program Study Pendidikan Bahasa Inggris Yang Tak Bisa Saya Sebut Satu Persatu.
5.      Buat Guru-Guruku Serta Dosen-Dosenku Yang Tak Dapat Saya Sebut Satu Persatu, Yang Selalu Memberikan Ilmu Dan Motivasi Kepada Saya.
6.      Orang-Orang Yang Sudah Meluangkan Waktu Membaca Karya-Karya Saya. Terima Kasih Banyak.





KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, kita memuji, meminta pertolongan dan memohon ampunan hanya kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Kita bersaksi bahwa tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Kita bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah swt yang artinya: ”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa 4: 114).
Sedekah dalam Islam sangat dianjurkan sebagai wujud jiwa sosial dan agar terciptanya satu kesatuan dalam kehidupan, khususnya dibidang ekonomi umat Islam. Setiap sedekah yang dikeluarkan balasannya pasti akan kembali kepada diri sendiri. Sekecil apapun harta yang disedekahkan dijalan Allah dengan ikhlas, niscaya akan Allah balas dengan berlipat ganda, dan terkadang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ketika kita menolong seseorang, mungkin orang tersebut tidak bisa membalas kebaikan kita, akan tetapi Allah pasti menggerakkan tangan-tangan yang lain untuk membalas kebaikan yang telah kita lakukan tersebut.
Amalan sedekah ialah salah satu amalan yang paling mulia di sisi allah swt, dan memiliki kegunaan atau manfaat yang luar biasa baik bagi si pemberi sedekah maupun orang yang menirima sedekah.salah satu manfaat sedekah ialah memperpanjang umur, penolak bala, mensucikan harta,mendamaikan jiwa dan lain-lainnya. Bukan seseorang yang membutuhkan agar kita mau bersedekah kepadanya,akan tetapi kita lah yang butuh orang agar kita bisa bersedekah.tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, istilah itu jelas menggambarkan orang yang memberi lebih mulia dari orang yang memberi.oleh karena itu biasakan lah hidup anda untuk bersedekah, karena ia akan sangat bermanfaat bagi diri anda nantinya baik di dunia maupun di akhirat.jangan sesekali anda takut untuk bersedekah karena takut kehilangan harta, allah telah berjanji dalam firman nya akan membalas 10 kali lipat lebih banyak dari apa yang anda berikan/sedekahkan.
Penulis menyajikan buku dengan bahasa yang mudah dipahami dan dengan suguhan cerita yang menarik tentu akan menambah semangat anda. Penulis sadar judul buku ini adalah, SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH, ini masih jauh dari apa yang disebut dengan kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Walau demikian penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan buku ini, SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH,  ini dengan semua kemampuan yang penulis miliki.


Penulis

Jamaludin Rifai, S.Pd.I



DAFTAR ISI
BUKU PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAGIAN 1. MAKNA, PERINTAH, DAN MACAM-MACAM SEDEKAH. 1
A.    MAKNA SEDEKAH. 1
B.     PERINTAH BERSEDEKAH DALAM AL-QUR’AN DAN HADIST NABI.  2
C.    ANCAMAN BAGI ORANG YANG ENGGAN BERSEDEKAH. 4
D.    MACAM-MACAM SEDEKAH. 7

BAGIAN 2. KIAT KHUSUS AGAR SEDEKAH, DIBALAS 700 KALI LIPAT. 11
A.    IKHLAS SAAT BERSEDEKAH. 11
B.     SEDEKAH DENGAN YANG TERBAIK. 12
C.    ISTIQAMAH DALAM BERSEDEKAH. 14
D.    TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN DARI MANUSIA.  16
E.     TIDAK MENYAKITI PIHAK PENERIMA SEDEKAH.  17
F.     TIDAK MENAMPAKKAN SEDEKAH.  18
G.    TIDAK PILIH-PILIH PENERIMA SEDEKAH. 18
H.    MENGIRINGI SEDEKAH DENGAN IBADAH LAIN. 19
BAGIAN III. KISAH-KISAH NYATA TENTANG SEDEKAH.  30
SEDEKAH MENGHILANGKAN SAKIT GINJALNYA. 30
SEDEKAH KECIL BERBUAH BESAR DI TANAH HARAM. 33
SEDEKAH MENYELAMATKANNYA DARI MEJA HIJAU. 36
SEDEKAH BERBUAH HAJI. 40
SEDEKAH PENJUAL SINGKONG BISA NAIK HAJI. 44
SEDEKAH 1 MENJADI 10. 48
SEDEKAH MENYEMBUHKAN KANKER RAHIM. 52
DENGAN BERSEDEKAH BISA HAMIL. 55
SEDEKAH BERBUAH MOTOR. 59
KARENA SEDEKAH, IA MEMPEROLEH HEKTARAN TANAH. 62
BISA BERHAJI KARENA SEDEKAH, HARTA YANG PALING DICINTAI. 66
MENANG KOMPETISI BERHADIAH. 69
SUKSES MERAUP REJEKI DAN BISA NAIK HAJI. 73
KOMBINASI AMPUH SEDEKAH, TAHAJUD DAN DHUHA. 75
BANGKIT DARI KETERPURUKAN, DAN BERHAJI SEKELUARGA. 77
KISAH SI BEJO YANG BENAR-BENAR BEJO ALIAS BERUNTUNG. 79
SEDEKAHNYA SI PENJUAL TAHU KETUPAT. 81
BUAH YANG DIDAPAT DARI BERSEDEKAH. 83
KEAJAIBAN YANG BENAR-BENAR NYATA. 85
SEDEKAH SUPIR DAN DOA SANG NENEK. 89
KISAH USTADZ YANG MENDAPAT TRANSFERS GAIB 25 JUTA. 93
NASI BUNGKUS. 98
AMPLOP TITIPAN USTAD. 100
PEREMPUAN MISTERIUS BAGIKAN DUIT DI PASAR SENEN. 103
KEAJAIBAN SEDEKAH PAK HUSNI. 104
SEDEKAH MENOLAK BALA. 108
PERTOLONGAN SEDEKAH 500 PERAK. 110
SEDEKAHNYA MR. X. 113
SEDEKAH TERBAIK SEORANG PEDAGANG NASI. 115
SEDEKAH SAAT BERHAJI. 117
DAFTAR PUSTAKA. 122

TENTANG PENULIS. 123


BAGIAN I
MAKNA, PERINTAH, DAN MACAM-MACAM SEDEKAH

Sedekah merupakan sebuah ibadah dengan ganjaran tanpa batas dan investasi yang tidak pernah berhenti. Sedekah mengundang datangnya rezeki. Rezeki yang disedekahkan akan terus bertambah dan berlipat ganda. Sedekah bisa menyembuhkan penyakit. Sedekah dapat menolak bala, menahan musibah, dan menghilangkan kesulitan. Sedekah juga bisa mendatangkan ketenangan. Intinya, sedekah adalah ibadah dengan segudang manfaat dan keajaiban.
A.    MAKNA SEDEKAH.
Kata sedekah dalam bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Arab, Ash-Shadaqah. Asal kata ini adalah Ash-Shidq yang berarti benar, karena sedekah menunjukkan kebenaran iman kepada Allah. Artinya, orang yang benar imannya pasti akan gemar bersedekah karena ia yakin dengan balasan Allah. Menurut Al-Jurjani, sedekah adalah pemberian yang diberikan untuk mengharapkan pahal Allah. Sementara Al-Raghih Al-Asfahani mengatakan, “Sedekah adalah harta yang dikeluarkan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti zakat. Bedanya, sedekah untuk kategori sunah, dan zakat untuk yang wajib.” Imam An-Nawawi menuturkan, “Dimanakan sedekah karena ia menunjukkan kebenaran imannya secara lahir dan batin. Karenanya, sedekah adalah pembenaran dan kebenaran iman.”
Sedekah adalah harta yang dinafkahkan dengan mengharap pahala dari Allah swt. Sedekah teribuagi menjadi daua, yaitu wajib dan sunah. Dalam penggunaan istilah syariat, sedekah wajib biasa disebut dengan zakat. Sedangkan sedekah sunah disebut sedekah.
Sedekah termasuk bagian infak di jalan Allah. Ada tiga macam infak yang dikenal dalam Islam. Dua di antara ketiga hal itu adalah wajib dan salah satunya adalah sunah. Dua hal yang wajib adalah zakat harta (yang ditentukan pada macam-macam hasil perniagaan, pertanian, peternakan, emas, dan perak, harta temuan, dan hasil pekerjaan) dan zakat fitrah (yang diwajibkan atas setiap mukmin, laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa, yang dikeluarkan setiap akhir Ramadhan sebagai pembersih diri dari dosa dan penyempurnaan puasa Ramdhan yang telah dilakukan sebulan penuh). Adapun yang sunah, lebih dikenal dengan sebutan shadaqah atau sedekah.
Ketiga macam infak itu dikatakan sebagai pengeluaran harta di jalan Allah. Jadi, ketika kita membayar zakat untuk orang miskin, memelihara anak-anak Si Perempuan, memberikan sumbangan untuk koribuan bencana, membangun masjid dan lembaga Pendidikan, memberikan beasiswa untuk pada penuntut ilmu, dan termasuk memberi nafkah untuk istri dan anak-anak, sesungguhnya kita sedang berinfak di jalan Allah. Dan, barangsiapa berinfak di jalan Allah, pasti akan mendapatkan ganti yang berlipat ganda. Dalam hadis Qudsi, Allah swt berfirman, “Hai anak Adam! Infakkanlah hartamu niscaya aku akan menambah hartamu itu!”

B.     PERINTAH BERSEDEKAH DALAM AL-QUR’AN DAN HADIST NABI.
Bersedekah merupakan perbuatan mulia karena bisa mendatangkan kecintaan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sedekah juga memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang terkadang tidak terdapat dalam ibadah lainnya. Oleh karena itu, Allah dalam Al-Qur’an dan Rasulullah dalam hadis-hadisnya selalu menganjurkan umat Islam untuk gemar bersedekah.
Banyak nash, baik dari Al-Qur’an maupun hadis, yang menunjukkan bahwa barangsiapa membelanjakan harta di jalan Allah, atau barangsiapa gemar bersedekah, sesungguhnya Allah akan mengganti harta yang disedekahkannya itu berpipat-lipat, tidak hanya kelak di akhirat, tapi juga ketika masih hidup di dunia. Di antara nash-nash itu, simaklah Firman-firman Allah dan sabda-sabda Rasulullah berikut ini.
v  Perumpamaan (sedekah/nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) siapa saja yang dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui. “QS. Al-Baqarah 2: 261)
v  “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik (menyedekahkan/menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah 2: 245)
v  “Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.“ (QS. Ali-Imran 3: 92)
v  “Katakanlah, Sesungguhnya Rab-ku melapangkan rezeki siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa saja, yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkah, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ 34:39)
v  “Barangsiapa yang menafkahkan hartanya untuk membantu peperangan di jalan Allah, maka akan dilipat gandakan pahalnya menjadi tujuh ratus.” (HR. Tirmidzi)
v  “Barangsiapa yang bersedekah meskipun sebutir kurma tapi dari hasil yang baik, sesungguhnya Allah akan menerima kurma itu dengan, tangan kanan-Nya. Kemudian Dia akan menggandakannya untuk orang yang bersedekah itu sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara seekor anak kuda, sehingga sedekah kurma tersebut menjadi sebesar gunung.” (HR. Bukhari)
v  “Tidak ada satu hari pun seorang hamba yang bangun kecuali dua malaikat turun, dari surga. Salah seorang malaikat itu berkata,”Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang menginfakkan apa yang dia infakkan.” Dan malaikat yang satunya mengatakan. “Ya, Allah, berilah seseorang yang menahan hartanya tidak mau bersedekah, dengan kehancuran.” (HR. Bukhari)
v  “Ada tiga hal, aku bersumpah bahwa tiga hal itu adalah pasti benar dan aku akan menceritakannya padamu, maka ingat-ingatlah! Harta tidak akan berkurang karena sedekah. Tidak akan ada seorang pun yang beribuuat salah manakala ia sabar, kecuali Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada seorang pun yang meminta rezeki pada orang lain, kecuali Allah akan memiskinkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
v  “Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah! Beritahukanlah tentang hartaku, bagaimana caranya aku bersedekah? Beliau menjawab, “Hendaklah engkau bersedekah dalam keadaan sehat, amat membutuhkan, sedang berangan-angan menjadi kaya, dan khawatir miskin. Dan janganlah menunda-nunda sedekah, sehingga jika ajal telah sampai di sini  kerongkongan, engkau berkata, ‘Hartaku ini untuk si Fulan, hartaku untuk si Fulan. Harta itu untuk mereka, saat engkau tak menyukainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

C.    ANCAMAN BAGI ORANG YANG ENGGAN BERSEDEKAH.
Allah mencintai orang yang bersedekah dan akan mengganti harta yang disedekahkannya. Sebaliknya, Allah amat benci kepada seseorang yang enggan bersedekah dan akan menghancurkan harta yang ditahannya itu. Orang yang menahan hartanya untuk disedekahkan disebut bakhil.
Bakhil adalah mempertahankan harta yang tidak seharusnya ditahan. Kebalikannya adalah sifat Al-Jud atau dermawan. Ibnu Katsir mengatakan orang yang bakhil menafikan nikmat Allah dan seolah-olah tidak pernah ia terima, baik dalam makanan, pakaian, pemberian, atau usahanya.
Fakhruddin Ar-Razi menggandengkan sifat bakhil dengan tamak. Tamak adalah usaha total untuk memperoleh kekayaan ketika tidak ada atau ketika berlimpah, sedangkan bakhil adalah usaha total mempertahankan kekayaan ketika kekayaan tersebut ada. Dengan kata lain, tamak adalah kesukaan berlebihan untuk mengumpulkan dan menghasilkan harta sebanyak-banyaknya, dan bakhil adalah kesukaan untuk mempertahankannya. Kedua sifat ini merupakan bagian dari karakteristik cinta dunia (hubbud dunya) yang harus diwaspadai.
Bakhil adalah sifat yang amat tercela karena menyebabkan seseorang menjadi egois, individualis, materialis, dan enggan bersedekah untuk membantu orang lain. Orang yang bakhil akan merasa harta yang dimilikinya adalah hasil jerih payahnya sendiri. Orang seperti ini biasanya tidak mennggakui atau pura-pura tidak mendapatkan bantuan dari orang lain. Dan, yang lebih parah lagi, ia terkadang tidak merasa adanya Tuhan yang membantunya. Orang bakhil juga biasanya cepat hasud tatkala ada orang yang dia kenal lebih dari dirinya. Dan, hasudnya ini dia praktikkan dengan terus-menerus mencari kelemahan-kelemahan orang yang dia hasudi. Penderita penyakit hasud biasanya berangan-angan agar nikmat yang ada pada orang lain berpindah kepadanya.
Tak heran kalau bakhil adalah karakteristik yang sangat dibenci oleh banyak orang. Kita bisa lihat bagaimana kebanyakan orang enggan bergaul dengan bakhil. Begitu pula Tuhan. Sehingga, ada ungkapan, “Orang bakhil adalah musuh Allah.” Rasulullah saw bersabda, “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang bakhil jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah daripada orang pintar yang bakhil. “(HR. Tirmidzi)
Orang yang bakhil atau enggan bersedekah diancam oleh Allah dengan kehancuran dan kebangrutan terhadap apa-apa yang dimilikinya. Contoh nyata orang bakhil yang dihancurkan Allah adalah Tsa’labah dan Qarun.
Tsa’labah pada mulanya adalah orang miskin. Namun, setelah didoakan oleh Rasulullah, ia dikarunia rezeki yang berlimpah. Tsa’labah menjadi orang kaya. Sayangnya, setelah kaya, ia lupa dengan kewajiban agama. Makin bertambah kaya, Tsa’labah makin jauh dari masjid, makin jarang bertemu dengan saudara-saudara, dan tidak mau membayar zakat kepada pemerintahan waktu itu. Sebuah ayat Al-Qur’an turun memberikan peringatan kepadanya. Keluarganya menangis karena tahu ayat itu ditunjukan kepadanya. Tsa’labah tak menghiraukannya. Ia mati tragis dalam kebakhilan.
Sedangkan Qarun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa As. Allah menganugerahkan kepadanya harta yang sangat berlimpah, sampai-sampai kunci-kunci gudang tempat menyimpan hartanya harus dijaga pula. Konon, penjaga kuncinya adalah orang-orang yang kuat dan jumlahnya lebih dari empat ratus orang. Anda bisa bayangkan seberapa banyak kekayaan Qarun. Tidak ada zaman sekarang yang sekaya Qarun. Kalau pun ada, mungkin itu hanya berapa persen saja dari harta kekayaan Qarun.
Sayangnya, Qarun orangnya seperpelit, dan yang lebih ironis lagi sombongnya melebihi batas. Saking sombongnya, ia mennggakui bahwa harta kekayaannya bukan pemberian Tuhan, tapi hasil kerja dan kepintarannya. Akhirnya, Allah benamkan Qarun dan seluruh kekayaannya ke dalam perut bumi. Hal ini sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya.”Maka kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap adzab Allah. Dan, tiadalah ia termasuk orang yang dapat membela dirinya. Dan, jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata, “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya, kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah tidak beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah. (QS. Al-Qashash 81: 82). Tak heran kalau Rasulullah saw pernah bersabda, “Bahwa ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore,”Ya Allah, berilah orang yang berinfak gantinya. Dan, berkata yang lain, “Ya Allah, jadikanlah untuk orang yang menahan infak kehancuran. “(HR.Bukhari dan Muslim)
Orang-orang yang bakhil juga kelak di akhirat akan mendapatkan siksa yang pedih. Allah swt berfirman, “Sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan Kami kalungkan kelak di lehernya di hari Kiamat. Dan, kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan bumi. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran 3: 180)





D.    MACAM-MACAM SEDEKAH.
Ancaman Allah terhadap orang-orang bakhil hendaknya memotivasi kita untuk berlomba-lomba dalam mengeluarkan sedekah bagaimana pun keadaan kita, selagi kaya atau miskin, waktu sehat maupun sakit. Sedekah memang lebih utama dengan harta yang kita miliki. Namun, bukan berarti orang yang tidak mempunyai harta tidak bisa bersedekah.
Bagi Anda yang memiliki harta, bersyukurlah dengan segera mengeluarkan zakat dan sedekahnya. Dan bagi Anda yang kekurangan harta, janganlah Anda bersedih! Anda masih bisa bersedekah dengan kemampuan masing-masing. Rasulullah saw bersabda, “Setiap muslim wajib bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika ia tidak memiliki sesuatu apa pun untuk disedekahkan?”  Beliau menjawab, “Hendaklah ia bekerja sehingga hasilnya dapat ia memanfaatkan untuk dirinya dan dapat ia sedekahkan.” Sahabat itu bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika tidak mampu?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia membantu orang yang memerlukan bantuan.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika tidak mampu?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia menyuruh yang makruf atau baik.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana jika ia tidak melakukannya?” Beliau menjawab. “Hendaklah ia menahan diri agar tidak beribuuat jahat kepada orang lain, sesungguhnya itu juga termasuk sedekah.” (HR. Ibnu Hibban). Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memiliki harta hendaklah ia bersedekah dengan hartanya, dan barangsiapa memiliki ilmu hendaklah ia bersedekah dengan ilmunya, dan barangsiapa yang memiliki tenaga (kekuatan) hendaklah ia bersedekah dengan tenaganya.” (HR. Muslim)
Berdasarkan dua hadits tersebut, para ulama membagi cara-cara bersedekah ke dalam beribuagai macam, antara lain:
1.      Sedekah dengan harta.
Sedekah yang paling utama adalah dengan harta, baik dengan harta yang telah ada maupun dengan bekerja mencarinya terlebih dahulu. Islam menyuruh umatnya agar kaya raya supaya ia bisa bersedekah lebih banyak. Orang kaya memiliki kesempatan lebih banyak untuk bersedekah. Ia bisa mendekati Allah melalui harta yang dimilikinya, yakni dengan bersedekah.
Jika Anda termasuk orang kaya, janganlah menikmati harta Anda sHerdirian, dan janganlah selalu merasa bingung dengan harta kekayaan yang Anda punya. Segerelah bersedekah sebelum saatnya harta kekayaan Anda hilang, tanpa Anda sempat bersedekah. Sisihkan sebagian harta yang Anda punya, yang sesungguhnya adalah hak orang lain yang dititipkan melalui tangan Anda. Ada banyak orang lain yang membutuhkan harta Anda, seperti orang-orang fakir-miskin, anak-anak Si Perempuanm, janda-janda tua, panti-panti asuhan, para peminta-minta, lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya. Merekalah ladang utama Anda untuk bersedekah dengan harta Anda.
2.      Sedekah dengan tenaga dan pikiran.
Jika orang kaya mendekatkan diri kepada Allah dengan menyedekahkan hartanya, orang miskin bisa bersedekah dengan cara lain, yaitu melalui tenaga dan pikirannya. Meski tiada berharta, Anda tidak perlu putus asa. Anda bisa bersedekahkan untuk bekerja bakti, mengurus pengurus masjid atau mushala, mengelola lembaga-lembaga sosial yang tidak ada bayarannya, dan sebagainya.
Bila tenaga pun tak mampu, Anda bisa beribuagai sumbangsih pemikiran. Gunakan kekuatan dan keajaiban otak Anda untuk membantu menyelesaikan persoalan orang lain. Sekarang ini, banyak orang yang memikirkan masalah pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Di situlah ladang Anda untuk bersedekah melalui pikiran yang Anda miliki.
3.      Sedekah dengan ilmu.
Di kondisi bangsa kita yang masih dililit kebodohan, Anda juga bisa memanfaatkan ilmu yang Anda miliki sebagai sedekah. Jangan pelit dengan ilmu dengan menyembunyikannya. Mengajarkan suatu ilmu kepada orang lain berarti Anda sedang bersedekah dengan ilmu. Dengan ilmu yang dimiliki, Anda bisa membantu membimbing belajar anak-anak miskin yang tak mampu les privat dan tak punya kesempatan untuk bersekolah. Anda bisa membantu mengajar anak-anak belajar Al-Qur’an di rumah Anda sHerdiri tanpa memungut bayaran dari mereka. Anda juga bisa memberikan tausiyah, mengisi pengajian, dan memberikan motivasi kepada orang lain untuk sukses. Semua itu merupakan bagian dari sedekah. Rasulullah bersabda, “Sedekah yang paling baik adalah jika seorang muslim mempelajari suatu ilmu, kemudian ia mengajarkan kepada saudaranya yang muslim.” (HR. Ibnu Majah)
4.      Sedekah dengan perbuatan baik.
Jika Anda tidak memiliki harta dan ilmu, Anda jugamasih bisa bersedekah. Pokoknya, banyak jalan menuju sedekah. Yang paling mudah adalah dengan beribuuat baik sebanyak mungkin. Sebab, setiap peribuuatan baik adalah sedekah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Semua peribuuatan baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, janganlah meremehkan peribuuatan baik sekecil apa pun. Dan janganlah, menyia-nyiakan peluang untuk beribuuat baik. Prinsipnya, setiap peribuuatan baik adalah sedekah. Berikut ini peribuuatan-peribuuatan baik yang di hitung sedekah.
v  Dzikir dan shalat Dhuha. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Setiap pagi pada ruas tulang kalian terdapat sedekah. Setiap ucapan tasbih (Khairulallah) adalah sedekah, setiap ucapan tahmid (alhamdu lillah) adalah sedekah, setiap ucapan tahlil (laa ilaaha illallah) adalah sedekah, setiap kebaikan adalah sedekah, dan dua rakaat yang dikerjakan seseorang dalam shalat dhuha telah mencakup semuanya.” (HR. Muslim)
v  Meringankan beban orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Setiap persHerdian hendaknya bersedekah setiap hari teribuitnya matahari. Berlaku adil di antara dua orang adalah sedekah, membantu orang dengan memberikan tumpangan adalah sedekah atau membantu mengangkat barang adalah sedekah.” (HR. Bukhari-Muslim)
v  Mebuang kotoran atau duri dari jalan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Engkau membersihkan duri dari jalan (supaya orang lain tidak celaka), itu adalah sedekah.” (HR. Bukhari)
v  Menangguhkan hutang. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Orang yang menangguhkan hutang orang yang tidak mampu maka baginya pahala sedekah setiap hari sejumlah harta yang dihutangkan. Kemudian, beliau bersabda lagi, “Orang yang menangguhkan hutang orang yang mampu maka baginya pahala sedekah setiap hari dua kali lipat dari jumlah harta yang dihutangkan.” (HR. Ahmad)
v  Banyak tersenyum. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Semua kebaikan adalah sedekah, di antara kebaikan itu adalah menemui saudaramu dengan wajah berseri tersenyum. (HR. Tirmidzi)
v  Tidak beribuuat jahat kepada orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.” Engkau mencegah kejahatanmu kepada orang lain, itu adalah sedekahmu terhadap dirimu.” (HR. Muslim
v  Berkata baik. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Jagalah kamu dari api neraka walaupun hanya bersedekah dengan sebutir kurma. Kalau tidak punya, berkatalah dengan baik, itu pun termasuk sedekah.” (HR. Bukhari)
v  Berjimak dengan istri. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahyi munkar adalah sedekah, dan menyalurkan syahwat kepada istrinya adalah sedekah.” (HR. Bukhari)
v  Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat termasuk sedekah dan menyingkirkan batu, duri dan tulang adalah sedekah.” (HR. Ibnu Majah)
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk bersedekah tidak harus menunggu kaya dan tidak melulu harus dengan harta. Banyak cara untuk melakukan sedekah. Jadi, tidak ada belasan bagi kita untuk meninggalkan sedekah.


BAGIAN III
KISAH-KISAH NYATA
TENTANG SEDEKAH

SEDEKAH MENGHILANGKAN SAKIT GINJALNYA
Penyakit apapun pasti rasanya tidak enak. Tidur tidak lelap, dan melek pun tidak enak. Apalagi, jika penyakit itu memang dinilai sangat berat dan mengharuskannya untuk masuk operasi. Yang ada di dalam pikirannya, mungkin hanya gelisah dan stres. Demikian yang di alami oleh lelaki berikut ini. Atas permintaan narasumber, namanya sengaja disamarkan. Sebut saja namnya Si Bintang umur 40 tahun. Dia adalah lelaki yang sudah beristri dengan seoarang anaknya berumur lima tahun yang lalu, dia terkena suatu penyakit yang sangat akut yaitu ginjal.
Penyakit ginjal (renal lithiasis) adalah gumpalan kecil dan keras yang teribuentuk di dalam ginjal. Penyakit ginjal teribuentuk ketika komponen urin (cairan dan baeribuagai mineral dan asam) hilang keseimbangan. Ketika hal ini terjadi, dalam urin terdapat lebih banyak zat yang mengkristal, seperti kalsium, oxalate dan uric acid, daripada cairan. Pada saat yang sama, pada urin terdapat zat yang mengkristal dan menggumpal sehingga teribuentuk penyakit ginjal. Akibat penyakit yang dideritanya Si Bintang kerapkali merasakan sakit yang tiba-tiba. Hal itu biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari. Pinggulnya tiba-tiba terasa sakit yang kemudian menjalar ke pinggang dan lalu pindah lagi ke arah paha.
“Sakitnya luar biasa Mas” Ujarnya. Si Bintang hampir-hampir saja pingsan menahan rasa sakitnya yang tak ketulungan. Yang bisa dia lakukan, hanyalah memegang bagian tubuhnya yang sakit tersebut sambil merintih-rintih. Sang istri yang mengetahuinya terkadang ikut panik dan merasa sangat sedih. Umumnya penyakit ginjal bisa dikeluarkan ketika sang penderita mengeluarkan urin (kencing), karena itu, orang yang menderita penyakit ini harus banyak minum air putih untuk mendorong penyakit ginjal tersebut keluar secepatnya. Hanya saja, banyak pula yang tidak bisa keluar karena bentuk penyakit ginjalnya yang besar. Dalam kondisi seperti ini, jalan satu-satunya adalah operasi.
Itu pula yang terjadi dengan Si  Bintang. Penyakit ginjalnya tak bisa keluar meski berkali-kali ia coba dengan mengeluarkan urin sebanyak-banyaknya. Dokter pun mengharuskannya untuk dioperasi. Namun, ia menolaknya. Jangankan operasi, jarum suntik saja ia takut. Karena itu, ia lebih memilih bertahan pada penyakitnya sambil berharap keajaiban Tuhan. Ia lebih memilih untuk minum obat-obatan saja. Padahal, dokter sudah menawarkannya melakukan operasi yang mudah tanpa merobek bagian tubuhnya, yaitu dengan metode Extra-corpereal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu metode menggunakan gelombang kejut. Metode ini pertama kali dilakukan di Jerman Barat tahun 1972. Namun begitu, Si Bintang tetap saja menolknya. Pokoknya, segala hal yang berhubungan dengan operasi baginya sangat mengerikan, apapun itu bentuknya. Akhirnya, Si Bintang pun tetap tidak mau dioperasi.
Dalam kebingungan dan putus asa, tiba-tiba saja sang istri membaca buku The Miracle of Sedekah Karya Ustadz Yusuf Manshur. Sebuah karya yang menjelaskan tentang kekuatan sedekah. Ditulis dalam buku itu bahwa sedekah bisa menyembuhkan segala penyakit. Sang istri pun sangat tergugah dengan isi buku tersebut dan berusaha ingin ia praktekkan. Kepada sang suami, ia pun mengisahkan pengalamannya membaca buku tersebut dan upaya alternatif untuk bisa menyembuhkan penyakitnya, yaitu dengan sedekah. Ternyata, saran positif oleh sang suami. Seketika saja ia menyuruh sang istri untuk segera mengambil uang. Uang-uang itu lalu dimasukin ke beberapa amplop dan langsung dibagikan ke beberapa pasien dan keluarga tidak mampu (Bukan kelas VIP) yang ada di rumah sakit tersebut.
 Tidak itu saja, beberapa bingkisan dan pemberian para penjenguk (termasuk dari teman-teman kantor dan relasinya) dibagikan pula kepada tukang becak yang mangkal di depan rumah sakit. Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah seminggu Si Bintang di rumah sakit. Tiba-tiba saja berita mengejutkan datang menghampiri keluarga Si Bintang. Apakah penyakit penyakit ginjalnya semakin parah sehingga harus segera di operasi? Ataukah keadaan Si Bintang yang memang sudah tak bisa diselamatkan lagi? Dokter rumah sakit mengabarkan bahwa penyakit ginjal sudah tidak ada lagi dalam tubuh Si Bintang. Ini benar-benar amazing (mengagumkan). Keluarga tidak percaya mendengarnya. Apakah ini hanya basa-basi dokter saja untuk menenangkan keluarga yang sudah putus asa? Ataukah memang kabar benaran?
Ternyata, hal itu memang kabar benar. Dokter pun menunjukkan hasil scan terkahirnya kepada keluarga Si Bintang itu memang sudah tidak ada lagi dalam tubuhnya. Seketika saja raut bahagia menghiasi istri dan keluarga Si Bintang yang sedari seminggu yang lalu menunggunya dengan sabar. Berita gembira itu sekaligus memastikan bahwa Si Bintang tidak jadi dioperasi. Si Bintang sendiri akhirnya pulih dan kemudian diperbolehkan pulang. Syukuran atas kesembuhan dirinya pun dilakukan kembali sesampainya di rumah.
Demikian sebuah kisah yang luar biasa tentang keajaiban sedekah. Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa penyakit apapun bisa sembuh berkah sedekah asalkan dilakukan dengan niat yang sangat tulus. Bukan karena sedekahnya yang menyembuhkan, tetapi Allah Sang Maha Penyembuh. Sedekah hanya jalan atau wasilah saja. Anda punya penyakit atau keluhan apa saja? Lakukan sedekah dengan ikhlas. Insya Allah, semuanya akan kembali normal. Segala permasalahan hidup Anda tersebut bisa segera di atasi.
Tidak akan bahagia orang yang mencari ilmu disertai tinggi hati dan kemewahan hidup. Tetapi yang beribuahagia adalah orang yang mencari ilmu disertai rendah hati, kesulitan hidup dan khidmah pada ulama. (Imam syafi’i ra)



SEDEKAH KECIL BERBUAH BESAR DI TANAH HARAM
Ada seorang jamaah lelaki umrah yang keberadaannya di Tanah haram sebenarnya satu hal yang diluar sangkaannya. Ketika panggilan menunaikan ibadah itu menyapanya, tiada kesiapan materi yang dimilikinya selain ilmu manasik yang memang sudah dipalajarinya sejak lama. Lelaki itu sempat tercengang ketika ia mendapat tawaran beribadah ke Tanah Suci. Tawaran itu sangat memikat, tetapi melahirkan kebimbangan karena tiada bekal materi di sisinya. Namun, kebimbangan itu akhirnya sirna manakala seseorang yang menawarkan kebaikan itu menyodorkan kemudahan-kemudahan lain, yang lagi-lagi diluar sangkaannya. “Antum tinggal berangkat saja. Segalanya telah disiapkan.”
Segalanya? Khairulallah. Seperti bermimpi. Memang, sejatinya sebaik-baik peribuekalan itu adalah nawaitu. Niat. Ya, sebongkah niat yang kuat dan tulus hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Bismillah! Akhirnya, perjalanan menuju rumah Allah pun terwujud. Wujud dari rasa syukur si lelaki adalah ia dengan segala keikhlasan dan kesungguhan menjalani segala rukun umrah yang sudah menjadi ketentuan. Betapa nikmatnya beribadah di Majid Haram, thawaf, sa’i, tahlul dan lain sebagainya. Andai saja, si lelaki termenung, selain melakukan ibadah shalat, puasa dan yang lainnya, si lelaki juga ingin melaksanakan sedekah seperti yang dilakukan oleh jamaah lain, tapi, dari sisi materi, ia tak memiliki kelebihan. Ketika ia merogoh saku gamisnya, hanya beberapa real saja yang terselip di situ. Pantaskah uang sekecil ini disedekahkan?
Secuil keraguan terhapus oleh sbongkah keyakinan bahwa dalam bersedekah, jangan lagi memandang besar atau kecil namun lihatlah sisi keikhlasannya, ya, ya, ya, si lelaki pun dengan terselip di saku gamisnya. Setelah itu, sedekah yang sekecil itu benar-benar terlupakan oleh kesibukan ibadah yang lain. Apa yang terjadi setelah itu? Pagi itu, si lelaki tengah sibuk dengan segala kegiatan harian selama ia menunaikan ibadah umrah. Saat ia menunaikan ibadah umrah. Saat ia sedang membereskan keperluan untuk menjalani rangkaian ibadah tersebut, di sebuah kamar hotel, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.
“Loh, kenapa masih di sini? Apa tidak ikut kegiatan belanja dengan yang lain?” Tanya si pengetuk pintu.
Si lelaki termenung, ia hanya berujar dalam hati: ‘Kalau pergi belanjanya sih mau ikut, tapi.. bayar belanjaannya pakai apa?
“Ini ada titipan dari Bapak. Sedikit. Tapi bisa untuk sekedar membeli oleh-oleh,”Ujar si pengetuk pintu itu lagi sambil meyodorkan lembaran uang yang digulung.
Si lekaki menerima dengan rasa Syukur. Ketika tamunya pulang. Si lelaki segera membuka gulungan uang yang ternyata berupa dolar senilai 100. Dengan uang sebesar itu ia dapat membeli sedikit oleh-oleh. Si lelaki bergegas hendak ke tempat belanja, namun sebelum ia betul-betul meninggalkan kamarnya, di muka pintu ada seorang teman jamaah yang minta di antar membeli oleh-oleh untuk atasannya.
“Kalau begitu sekalian saja.” Ucap si lelaki kepada temannya..
Jadilah keduanya belanja oleh-oleh ke suatu tempat. Dan lagi-lagi si lelaki tertegun, ternyata temannya itu juga membelikan oleh-oleh untuknya. “Ini untuk keluarga kamu di rumah,” begitu ucapan si teman sambil memberikan sebentuk oleh-oleh yang dibelinya. Si lelaki kembali mengucapkan syukur. Ia merasa, hanya sekali ia bersedekah dengan sedikit real, tapi sudah lebih dari sekali ia menerima sedekah dari orang lain dengan nilai yang jauh lebih besar. Si lelaki kembali melanjutkan perjalanan. Di hadapannya kini terpampang sebuah pemandangan di kedai makan. Seorang jamaah bertubuh besar terlihat sibuk dengan bawaannya, jamaah besar itu ingin mengambil segelas air minum yang sudah disediakan, tapi karena bawaannya itu, ia tidak bisa mengambil sHerdiri. Lalu seorang jamaah bertubuh kecil di sebelahnya berinisiatif mengambilkan gelas itu, dan memberikan kepada si jamaah bertubuh kecil.
Besar merasa tertolong dan berterima kasih kepada si jamaah bertubuh kecil. Bukan Cuma dengan ucapan si jamaah bertubuh besar itu berterima kasih. “Ini gamis yang baru saya beli, tapi terlalu kecil. Biar gamis ini untuk kamu saja,” Ujarnya. Jamaah bertubuh kecil menerima gamis yang disorkan ke hadapannya. Alhamdulillah. Si lelaki yang memperhatikan kejadian itu merasa takjub. Sungguh, di Tanah Haram ini kebaikan sekecil apapun, beribuuah kebaikan yang lebih besar. Betapa ia pun merasakan hal ini. Dana ketika si lelaki kembali ke kamar hotel, lagi-lagi ia merasakan kembali balasan atas sedekahnya. Tak lama setelah ia berselonjor di tempat tidur hotel, pintu kemblai diketuk seseorang. Ketika ia membuka pintu, tamu yang datang segera menyodorkan sesuatu.”Ini oleh-oleh untuk kamu bawa pulang.” Ujarnya. Si lelaki itu tertegun. “Dari Bapak,” Jelas tamu itu lagi. Allahu Akbar! Si lelaki bertabiran menyeru kebesaran dan kemurahan Allah sang Maha Pemurah.

TENTANG PENULIS
Penulis bernama Jamaludin Rifai lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis  berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis adalah anak ke 7 dari 7 orang bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis mempunyai bakat yaitu menulis dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah satu kampus yang berada di Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2011, penulis berhasil menjadi alumni Fakultas Taribuiyah, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan pendidikannya S1.
Meski masih tergolong pada tahap awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel horor, dan suka membaca buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis bercita-cita menjadi penulis yang terkenal melalui bukunya: SEHAT, KAYA, & BERKAH DENGAN KEAJAIBAN BERSEDEKAH, Penulis dapat di hubungi melalui  email : jamaludinrifai442@gmail.com 
No HP: 085340008577

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEREKA ADA DI SEKITAR KITA

MEREKA ADA DI SEKITAR KITA 2

SETETES HIDAYAH