MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA BESAR DI AKHIR ZAMAN

JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I
MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA
BESAR DI AKHIR ZAMAN
(MUNCULNYA DAJJAL, YA’JUZ MA’JUZ, IMAM MAHDI, & ISA AL MASIH)
                                                     


“TIDAK AKAN BANGKIT KIAMAT SEBELUM DATANG SEKITAR 30 ORANG PEMBOHONG-PEMBOHONG, YAKNI DAJJAL-DAJJAL, SEMUA MENGAKU SEBAGAI RASUL ALLAH” (HR. AT-TIRMIDZI DAN AN-NASAI MELALUI ABU HURAIRAH)


KATA PENGANTAR
Buku ini membahas empat peristiwa besar yang akan terjadi di akhir zaman, dengan berbagai rangkaian peristiwa yang melingkupinya. Di masa, kehidupan dunia konon akan benar-benar berakhir dengan makin dekatnya masa-masa peperangan besar dan huru-hara yang merupakan perwujudan hari kiamat. Semua kitab suci agama-agama besar menyebutkan tanda-tanda serupa, yakni tanda-tanda yang berkaitan dengan akhir zaman. Lebih dari itu, kenyataan-kenyataan yang ada di zaman sekarang diakui atau tidak memang meperkuat tanda-tanda tersebut.
Buku ini ditulis dengan tujuan untuk menakuti Anda, pembaca sekalian yang budiman. Hmhm. Kalau soal takut, penulis sendiri juga merasa takut jika membayangkan kondisi di akhir zaman nanti. Tapi, buku ini ditulis dengan tujuan sebagai pengingat bagi kita semua, Anda sekalian dan saya. Pengingat atas apa? Yah, sebagai pengingat supaya kita tidak terjerumus ke dalam perselisihan-perselisihan tak menentu.
Bukan rahasia lagi. Kita sudah tahu sama tahu bahwa kondisi zaman sekarang dikabarkan menyerupai tanda-tanda yang dihubungkan dengan kedatangan Dajjal dan akhir zaman. Memang sih, hal tersebut memancing banyak perdebatan di kalangan agamawan dan ilmuwan. Tapi mau bagaimana lagi? Kabar kondisi semacam itu faktanya memang ada dan menyebar dengan manisnya.
Secara ringkas, buku ini juga menjabarkan beberapa peristiwa ringkas, buku ini juga menjabarkan beberapa peristiwa yang terjadi di zaman akhir. Meskipun banyak kontroversi  dan teori konspirasi yang dikaitkan dengan munculnya Dajjal, buku ini mencoba menguraikan dari sumber-sumber berbeda. Baiklah. Semoga buku ini bisa menjadi pelengkap dari bacaan-bacaan. Semoga bermanfaat kepada para pembaca yang budiman.

Penulis







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?.............................................................. 1
CIRI-CIRI DAJJAL...................................................................................... 7
ANCAMAN DAJJAL.................................................................................... 10
PEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI........................................... 11
USIA DAN TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL....................................... 13
DAJJAL, ZIONISME, DAN KONSPIRASI SETAN
DI AMERIKA SERIKAT............................................................................. 18
ZIONISME BERWAJAH AMERIKA SERIKAT..................................... 20
AMERIKA DAN KONSPISARI SETAN................................................... 23
LADY GAGA DAN SIMBOL-SIMBOL DAJJAL.................................... 27
OLIMPIADE 2012 DAN KEMUNCULAN DAJJAL............................... 34

BAGIAN 2
MISTERI YA’JUZ MA’JUZ
MISTERI YA’JUZ MA’JUZ........................................................................ 37
BERBAGAI PENAFSIRAN......................................................................... 37
YA’JUZ MA’JUZ DALAM AL-QUR’AN DAN INJIL............................ 38
YERUSALEM................................................................................................ 39
CIRI-CIRI YA’JUZ MA’JUZ....................................................................... 43
PERJALANAN BANGSA ALAN............................................................... 48
YA’JUZ MA’JUZ MASA KINI.................................................................... 53
YA’JUZ MA’JUZ DAN ZIONISME............................................................ 58
BAGIAN 3
IMAM MAHDI DAN TANDA-TANDA
KEMUNCULANNYA

IMAM MAHDI DAN TANDA-TANDA KEMUNCULANNYA............. 60
TANDA-TANDA KEMUNCULAN............................................................ 60
TIGA PERISTIWA PENTING.................................................................... 62
LARANGAN AGAMA YANG MENDAPATKAN PENERIMAAN..... 66
IMAM MAHDI DAN WAKTU YANG DIPERPENDEK........................ 73
TUGAS-TUGAS IMAM MAHDI................................................................ 75
IMAM MAHDI DAN ZAMAN KEEMASAN............................................ 76
JURU SELAMAT TIGA AGAMA BESAR............................................... 79
SIAPA IMAM MAHDI DI AKHIR ZAMAN?........................................... 80
BEBERAPA TOKOH YANG MENGAKU SEBAGAI
 IMAM MAHDI.............................................................................................. 85

BAGIAN 4
MUNCULNYA ISA AL MASIH
MUNCULNYA ISA AL MASIH.................................................................. 87
SIFAT-SIFAT APA YANG DIMILIKINYA SEHINGGA DIA BISA DIKENALI?  90
TANDA-TANDA KEMUNCULAN ISA AL MASIH............................... 102
TEMPAT TURUNNYA ISA AL MASIH................................................... 107
PENUTUP....................................................................................................... 110
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 113

TENTANG PENULIS................................................................................... 115


BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
Salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat adalah munculnya Dajjal. Apakah Dajjal itu? Dajjal sering digambarkan sebagai sosok makhluk bermata satu dan suka menyebarkan fitnah. Yang lebih parah, Dajjal juga mengaku dirinya sebgai Nabi atau Tuhan. Akibatnya, banyak umat manusia yang menjadi rusak akhlaknya gara-gara terperdaya oleh tipu daya dan fitnah Dajjal tersebut. Dajjal hanya bisa dikalahkan oleh Nabi Isa AS. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw senantiasa berdoa agar dijauhkan dari fitnah Dajjal.
Kata Dajjal berasal dari kata Dajala, artinya, menutupi sesuatu. Kamus Lisanul Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena “Ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan.” Pendapat lainnya mengatakan, “Karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar.” Pendapat ketiga mengatakan, “Karena ia menutupi manusia dengan kekafiran.” Pendapat keempat, “Karena ia bersebar dan menutupi seluruh muka bumi.”
Pendapat lain mengatakan bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang-barang dagangannya ke suluruh penjuru dunia. Jadi artinya, menutupi dunia ini dengan barang-barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahw aia dijuluki Dajjal karena senantiasa mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya. Dalam artian, ia selalu menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu. Yeah bolehlah dibilang munafik.
Kata Dajjal tidak tertera dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, dalam hadits sahih diterangkan bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi melindungi orang dari fitnah Dajjal. Jadi menurut hadits ini, Al-Qur’an memberi isyarat siapakah Dajjal itu.
Dewasa ini, banyak orang yang sangat lalai memperhatikan soal Dajjal. Padahal, jauh-jauh hari sebelumnya Nabi Muhammad Saw memperingatkan umatnya mengenai hal/makhluk yang satu ini sebgai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman. Begitulah, tidak ada fitnah yang melibihi fitnah Dajjal. Bahkan, bisa dikatakan bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dari hadir dalam rangka mengondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.
Menariknya lagi, Nabi Muhammad Saw telah mengisyaratkan bahwa kemunculan Dajjal untuk menebar fitnah dan kekacauan justru bakal terjadi ketika kebanyakan manusia awam telah lalai dan tidak peduli akan keberadaan Dajjal. Ketidakpedulian mereka sedemikian rupa sehingga bila ada orang yang membicarakan tentang Dajjal, maka mereka cenderung menertawakannya. Iya, mereka mengganggap Dajjal sekedar sebagai mitos atau legenda. Demikian pula halnya dengan orang-orang pintar seketika itu. Para penceramah, para ustaz, para da’i dan para Imam di mimbar-mimbar tidak memandang perlu untuk mengangkat tema bahaya fitnah Dajjal.
Ada banyak hadits tentang Dajjal dan diriwayatkan oleh sejumlah besar sahabat Nabi Saw sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci. Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab hadits yang amat sahih, bahkan yang termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.
Hadits tentang Dajjal yang termuat dalam Mushanad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah seratus. Dan di antara yang meriwayatkan hadits, terdapat Sahabat kenamaan seperti Sayyidina Abubakar, ‘Ali, Siti’Aisyah, Sa’d bin Abi Waqqas; Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin ‘Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri, Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka’b, Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam’an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais, Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma’ binti Yazid dan Mughirah bin Syu’bah.
Masih banyak lagi sahabat yang meriwayatkan hadits tentang Dajjal. Para sahabat tersebut semuanya sependapat bahwa Nabi Muhammad Saw memang berulang-ulang menceritakan tentang Dajjal. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan lagi kenyataan tentang adanya Dajjal. Insya Allah sumber yang mengalirkan ramalan itu adalah Nabi Muhammad Saw sendiri.
Kebanyakan hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, mungkin imajinasi kita malah menggambarkan mirip seorang bajak laut, di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri atas huruf kaf. Fa’ dan ra’ di baca kafara, yang artinya kafir. Membawa keledai, sungai, dan api. Namun jika hadits-hadits tersebut kita cocokkan dengan uraian Al-Qur’an, maka akan tampak dengan jelas bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan sebutan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.
Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang, melainkan bangsa. Sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam hadits itu bukanlah tempat, melainkan bangsa. Rasulullah Saw bersabda, “Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kami, lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu.”
Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan orang-orang Arab, Persi, dan Roma. Hal ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah suatu bangsa, seperti halnya Arab, Persi, dan Roma. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni menurut hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa, bukan seseorang ataupun sesosok makhluk bermata satu.
Dari Abi Umamah Al-Bihiliy, beliau berkata: “Rasulullah Saw telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal.”
Baginda telah bersabda, “Sesungguhnya tidak ada fitnah kerusakan di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah Swt ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir, sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi angkatan kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya, dan sebenarnya Allah Swt akan menjaga orang-orang mukmin. Dajjal itu akan datang nanti satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan aku terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya. Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya, sedangkan Allah Swt tidak cacat. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca ataupun yang buta huruf. Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa surga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya surganya sedangkan surganya itu neraka, yakni panas. Barang siapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk. Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: ‘Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah dan ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?’ orang Arab itu akan berkata: ‘Tentu.’ Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah dan ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama, dan suaranya pun sama. Ibu bapaknya itu lalu berkata kepadanya: ‘Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.’ Di antara tipu dayangnya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia berkata kepada orang banyak: ‘Lihatlah apa yang kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia seperti semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Allah itu bertanya: ‘Siapa Tuhanmu?’ orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: ‘Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.’ Orang tiu berarti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di surga.”
Sabda Rasulullah Saw lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan, tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, tiba-tiba tumbuh tanaman. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakuinya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanaman-tanaman dan binatang ternak mereka tidak berkembang baik. Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakuinya sebagai Tuhan. Disebabka yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi berkembang baik. Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Kedua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal karena dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Mekkah dan Madinah. Namun, ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.”
Dalam hadits yang lain, “Di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakan tidak beriman kepadanya, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujanny adan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.
Dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh Malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal di luar Madinah, kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang Munafik yang ada di Madinah, lelaki ataupun perempuan bagaikan cacing kepanasan, kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadits yang diterima dari Aisyah Ra. Mengatakan, “Pernah satu hari Rasulullah Saw masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat aku menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Aku menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka aku takut mendengarnya,” Rasulullah Saw berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.
Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,“ Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.
Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami shalat lima waktu juga? Rasulullah Saw menjawab, “Ukurlah berapa jarak shalat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat, Dajjal itu nanti akan berkata, “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” kata sang Dajjal sambil menahan matahari sehinga sati hari lamanya menjadi minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia, “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” mereka semua menjawab, “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda, “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun. Kemudian Allah Swt mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membubuh Dajjal itu.”

CIRI-CIRI DAJJAL
Membicarakan masalah Dajjal memang selalu terasa menarik sampai kapan pun. Mengapa? Karena beberapa riwayat hadits menunjukkan bahwa akhir dunia atau hari kiamat akan ditandai dengan munculnya Dajjal tersebut. Entah Dajjal yang dimaksud ini berwujud sosok manusia ataukah hanya sifat (kelakuan) seseorang, sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan. Namun yang jelas, Dajjal akan membolak-balikkan fakta kebenaran dengan kebatilan. Banyak terjadi fitnah terhadap orang Islam. Untuk itulah dalam setiap doa yang kita panjatkan, sebagai Muslim kita disunnahkan untuk berdoa meminta perlindungan kepada Allah Swt dari fitnah Dajjal.
Sebagaimana diterangkan dalam hadits, Dajjal akan menjelajahi seluruh dunia, “Tak ada satu tempat pun didunia yang tidak diinjak dan tidak dilalui oleh Dajjal.” Hadits lain menerangkan bahwa Dajjal mengucapkan kata-kata “Tak ada satu tempat tinggal pun yang tak aku masuki.
Ada beberapa riwayat ciri-ciri Dajjal menurut Rasulullah Saw. Dari Nawas bin Sam’an, pada suatu hari Rasulullah Saw berbicara mengenai Dajjal. Kata beliau Saw, “Dajjal itu pemuda berambut keriting, matanya picak. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kamu bertemu dengan dia, bacakan kepadanya permulaan Surat Al-Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat yang sunyi antara Syam (Suriah) dan Irak, lalu merusakkan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba Allah, karena itu teguhkan pendirianmu.”
Tanya kami, “Berapa lama dia tinggal di bumi?” Jawab Rasulullah Saw, “Empat puluh hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan selebihnya seperti hari-hari kami sekarang.” Tanya kami, “Ya Rasulullah, ketika sehari seperti setahun, cukuplah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang? Jawab beliau, “Tidak. Tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.” Tanya kami, “Berapa kecepatannya berjalan di bumi?” jawab beliau, “Seperti hujan ditiup angin.” (HR. At-Tirmidzi)
Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada seorang nabi melainkan dia meningatkan umatnya supaya waspada terhadap si picak, pembohong besar. Ketahuilah dia picak, sedangkan Tuhanmu tidak picak. Antara kedua matanya tertulis: kafir” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Dari Huzaifah bin Yaman, Rasulullah Saw bersabda, “Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara keduanya tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang tahu baca tulis atau tidak” (HR. Ibnu Majah)
Ini bukan saja menunjukkan penglihatan Nabi Saw yang luar biasa, melainkan pula menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa atau segolongan bangsa, yang anggotanya terbesar di tiap-tiap tempat di seluruh penjuru dunia. Karena Dajjal itu hanya satu orang, niscaya ia tidak dapat melaksanakan segala sesuatu yang diramalkan oleh Nabi Saw, sekalipun ia dapat bergerak secepat kilat. Tidak mungkin satu orang dapat membawa Surga dan neraka ke seluruh dunia, lalu membuat pengumuman di mana-mana dan memberi ganjaran kepada orang yang menerimanya, dan memberi siksaan kepada orang yang menolaknya, dan tak satu tempat tinggal pun yang tak dikunjunginya. Iya toh?
Semua pekerjaan tersebut tak mungkin dilakukan oleh satu orang. Bukan mengenai masalah kecepatan saja, melainkan menyangkut pula beberapa masalah. Misalnya dengan cara bagaimana supaya orang-orang mau mengikuti dia dan bagaimana cara memberikan ganjaran dan siksaan. Padahal semula ini harus dilakukan di tiap-tiap kota dan desa, dan betapa pun singkatnya waktu yang di butuhkan untuk menjalankan penyiaran dan segala tetek-bengeknya, namun pekerjaan dan perjalanan dari tempat satu ke tempat lain pastilah memakan waktu.
Seandainya di tiap-tiap tempat hanya diperlukan waktu selama satu jam, maka untuk mengelilingi 700.000 desa di India saja misalnya, ia akan memerlukan waktu seratus tahun. Wow! Sungguh lama, bukan? Dengan demikian, ia memerlukan waktu beribu-beribu tahun untuk dapat mengelilingi segala tempat di dunia.
Akan tetapi, lain halnya jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa. Jika yang melakukannya suatu bangsa, maka pelaksanaan semua hal itu bukan saja masuk akal dan dapat dipikul oleh tenaga manusia, melaikan pula fakta-fakta sudah dapat kita saksikan dengan mata kepala sendiri. Dan, ini sekaligus menunjukkan betapa tajamnya penglihatan rohani Nabi Muhammad Saw.

ANCAMAN DAJJAL
Setiap nabi yang diutus kepada suatu kaum pasti akan memperingatkan umatnya tentang bahaya Si Mata Satu pembuat kebohongan, ketahuilah, matanya buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Dan, di antara kedua matanya tertulis ‘Orang Kafir’ (Nabi Muhammad Saw).
Begitulah. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di atas memperingatkan kita akan bahaya Dajjal. Dajjal, menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam kitab Sunnah Rasul, adalah sosok yang digunakan oleh Allah Swt untuk menguji hamba-hamba-Nya pada masa-masa fitnah, yakni untuk mengetahui siapa yang benar-benar mengikuti Rasulullah Saw dan siapa yang kemudian berbalik dari mengikutinya.
Makna Dajjal sendiri memiliki banyak penafsiran. Demikian juga konotasi “Mata Satu”. Ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu lahir dalam bentuk fisik manusia dengan ciri utama bermata satu (cacat sebelah mata atau picak). Ada juga yang mengatakan bahwa Dajjal itu “satu pandangan” yang eksklusif tanpa toleransi dan tidak menghiraukan pandangan orang lain sama sekali. Namun di sisi lain, ada juga yang menafsirkan Dajjal sebagai teknologi, yakni kiblat peradaban Barat moderen yang mengandalkan “mata akal” tanpa memedulikan “mata hati” atau ajaran Ilahi.
Terlepas dari arti mana yang paling sesuai dengan hakikatnya, yang terpenting bagi kita adalah upaya menghindari tipu muslihatnya. Baik dari manusia picak yang suka berbohong, dari pandangan eksklusif yang radikal, maupun dari buaian teknologi yang amat memukau-melenakan. Sebagaimana yang diceritakan oleh Sahabat Hudzaifah, di antara kemahiran tipu mulihat Dajjal adalah kemampuannya untuk menyulap kebenaran dengan kebatilan dan sebaliknya. Hudzaifah mengisahkan, Dajjal keluar dengan membawa air dan api.
Yang dilihat oleh manusia sebagai api, sebenarny adalah air. Sementara apa yang dilihat oleh manusia sebagai air, sebenarnya adalah api. Rekayasa Dajjal semakin sempurna karena bersamanya ada dukungan materi yang melimpah. Sahabat Mughirah berkata, “Bersamanya ada gunung roti dan sungai air.”
Melalui dua senjata utamanya itulah (yaitu tipu muslihat dan iming-iming materi). Dajjal dikisahkan hadir di masa-masa fitnah. Sebuah masa yang tepat sehingga Dajjal berhasil menyedot massa yang tidak sedikit, yang segera akan digiring ke dalam surganya (baca-neraka-Nya). Dicertakan, mayoritas pengikut Dajjal adalah mereka yang tidak memiliki furqon (kemampuan memilih antara yang hak dan yang batil).
Oleh karena itu, Rasulullah Saw memberi teladan kepada kita semua umatnya ini, dengan selalu berdoa kepada Allah Swt dari fitnah Dajjal. Doa ini lebih sering diucapkan Rasulullah Saw dalam tasyahud akhir menjelang sama. “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksaan jahannam, dari fitnah kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah al-masikh ad-Dajjal.” (HR. Muslim dari Anas dan Abu Hurairah)
Meskipun di antara kita tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan dalam wujud apa Dajjal itu akan muncul; seyogianya kita tetap berhati-hati. Apalagi mengingat, salah satu masa-masa fitnah itu mungkin berupa masa pailit atau multikrisis seperti yang tengah menimpa bangsa kita saat ini. Iya, bisa jadi begitu. Maka sikap hati-hati memang harus lebih diutamakan.

TENTANG PENULIS
Penulis bernama Jamaludin Rifai lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis  berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis adalah anak ke 7 dari 7 orang bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis mempunyai bakat yaitu menulis dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah satu kampus yang berada di Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2011, penulis berhasil menjadi alumni Fakultas Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan pendidikanya S1.
Meski masih tergolong pada tahap awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel horor, dan suka membaca buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis bercita-cita menjadi penulis yang terkenal melalui bukunya: MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA BESAR DI AKHIR ZAMAN.
Beberapa naskah yang telah di terbitkan antara: Mengungkap Tabir Kehidupan (Penerbit Muda Publisher, 2017), Rahasia Dahsyat Di Balik Keajaiban Surat Al-Faatihah (Oase Pustaka, 2017).
Penulis dapat di hubungi melalui emailnya: jamaludinrifai442@gmail.com atau menghubungi kontak : 0853-4000-8577

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEREKA ADA DI SEKITAR KITA

MEREKA ADA DI SEKITAR KITA 2

SETETES HIDAYAH