MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA BESAR DI AKHIR ZAMAN
JAMALUDIN RIFAI, S.Pd.I
MENGUNGKAP 4 TABIR PERISTIWA
BESAR DI AKHIR ZAMAN
(MUNCULNYA DAJJAL, YA’JUZ MA’JUZ,
IMAM MAHDI, & ISA AL MASIH)
“TIDAK
AKAN BANGKIT KIAMAT SEBELUM DATANG SEKITAR 30 ORANG PEMBOHONG-PEMBOHONG, YAKNI
DAJJAL-DAJJAL, SEMUA MENGAKU SEBAGAI RASUL ALLAH” (HR. AT-TIRMIDZI DAN AN-NASAI
MELALUI ABU HURAIRAH)
KATA
PENGANTAR
Buku
ini membahas empat peristiwa besar yang akan terjadi di akhir zaman, dengan
berbagai rangkaian peristiwa yang melingkupinya. Di masa, kehidupan dunia konon
akan benar-benar berakhir dengan makin dekatnya masa-masa peperangan besar dan
huru-hara yang merupakan perwujudan hari kiamat. Semua kitab suci agama-agama
besar menyebutkan tanda-tanda serupa, yakni tanda-tanda yang berkaitan dengan
akhir zaman. Lebih dari itu, kenyataan-kenyataan yang ada di zaman sekarang
diakui atau tidak memang meperkuat tanda-tanda tersebut.
Buku
ini ditulis dengan tujuan untuk menakuti Anda, pembaca sekalian yang budiman.
Hmhm. Kalau soal takut, penulis sendiri juga merasa takut jika membayangkan
kondisi di akhir zaman nanti. Tapi, buku ini ditulis dengan tujuan sebagai
pengingat bagi kita semua, Anda sekalian dan saya. Pengingat atas apa? Yah,
sebagai pengingat supaya kita tidak terjerumus ke dalam
perselisihan-perselisihan tak menentu.
Bukan
rahasia lagi. Kita sudah tahu sama tahu bahwa kondisi zaman sekarang dikabarkan
menyerupai tanda-tanda yang dihubungkan dengan kedatangan Dajjal dan akhir
zaman. Memang sih, hal tersebut memancing banyak perdebatan di kalangan
agamawan dan ilmuwan. Tapi mau bagaimana lagi? Kabar kondisi semacam itu
faktanya memang ada dan menyebar dengan manisnya.
Secara
ringkas, buku ini juga menjabarkan beberapa peristiwa ringkas, buku ini juga
menjabarkan beberapa peristiwa yang terjadi di zaman akhir. Meskipun banyak
kontroversi dan teori konspirasi yang
dikaitkan dengan munculnya Dajjal, buku ini mencoba menguraikan dari
sumber-sumber berbeda. Baiklah. Semoga buku ini bisa menjadi pelengkap dari
bacaan-bacaan. Semoga bermanfaat kepada para pembaca yang budiman.
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?.............................................................. 1
CIRI-CIRI DAJJAL...................................................................................... 7
ANCAMAN DAJJAL.................................................................................... 10
PEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI........................................... 11
USIA DAN TEMPAT MUNCULNYA DAJJAL....................................... 13
DAJJAL, ZIONISME, DAN KONSPIRASI SETAN
DI AMERIKA SERIKAT............................................................................. 18
ZIONISME BERWAJAH AMERIKA SERIKAT..................................... 20
AMERIKA DAN KONSPISARI SETAN................................................... 23
LADY GAGA DAN SIMBOL-SIMBOL DAJJAL.................................... 27
OLIMPIADE 2012 DAN KEMUNCULAN
DAJJAL............................... 34
BAGIAN
2
MISTERI
YA’JUZ MA’JUZ
MISTERI
YA’JUZ MA’JUZ........................................................................ 37
BERBAGAI
PENAFSIRAN......................................................................... 37
YA’JUZ
MA’JUZ DALAM AL-QUR’AN DAN INJIL............................ 38
YERUSALEM................................................................................................ 39
CIRI-CIRI
YA’JUZ MA’JUZ....................................................................... 43
PERJALANAN
BANGSA ALAN............................................................... 48
YA’JUZ
MA’JUZ MASA KINI.................................................................... 53
YA’JUZ
MA’JUZ DAN ZIONISME............................................................ 58
BAGIAN
3
IMAM
MAHDI DAN TANDA-TANDA
KEMUNCULANNYA
IMAM
MAHDI DAN TANDA-TANDA KEMUNCULANNYA............. 60
TANDA-TANDA
KEMUNCULAN............................................................ 60
TIGA
PERISTIWA PENTING.................................................................... 62
LARANGAN
AGAMA YANG MENDAPATKAN PENERIMAAN..... 66
IMAM
MAHDI DAN WAKTU YANG DIPERPENDEK........................ 73
TUGAS-TUGAS
IMAM MAHDI................................................................ 75
IMAM
MAHDI DAN ZAMAN KEEMASAN............................................ 76
JURU
SELAMAT TIGA AGAMA BESAR............................................... 79
SIAPA
IMAM MAHDI DI AKHIR ZAMAN?........................................... 80
BEBERAPA
TOKOH YANG MENGAKU SEBAGAI
IMAM MAHDI.............................................................................................. 85
BAGIAN 4
MUNCULNYA ISA AL MASIH
MUNCULNYA
ISA AL MASIH.................................................................. 87
SIFAT-SIFAT
APA YANG DIMILIKINYA SEHINGGA DIA BISA DIKENALI? 90
TANDA-TANDA
KEMUNCULAN ISA AL MASIH............................... 102
TEMPAT
TURUNNYA ISA AL MASIH................................................... 107
PENUTUP....................................................................................................... 110
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................... 113
TENTANG
PENULIS................................................................................... 115
BAGIAN 1
SIAPA SEBENARNYA DAJJAL?
Salah
satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat adalah munculnya Dajjal. Apakah
Dajjal itu? Dajjal sering digambarkan sebagai sosok makhluk bermata satu dan
suka menyebarkan fitnah. Yang lebih parah, Dajjal juga mengaku dirinya sebgai
Nabi atau Tuhan. Akibatnya, banyak umat manusia yang menjadi rusak akhlaknya
gara-gara terperdaya oleh tipu daya dan fitnah Dajjal tersebut. Dajjal hanya
bisa dikalahkan oleh Nabi Isa AS. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw senantiasa
berdoa agar dijauhkan dari fitnah Dajjal.
Kata
Dajjal berasal dari kata Dajala, artinya, menutupi sesuatu. Kamus Lisanul Arab
mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat,
ia disebut Dajjal karena “Ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan
kepalsuan.” Pendapat lainnya mengatakan, “Karena ia menutupi bumi dengan
bilangannya yang besar.” Pendapat ketiga mengatakan, “Karena ia menutupi
manusia dengan kekafiran.” Pendapat keempat, “Karena ia bersebar dan menutupi
seluruh muka bumi.”
Pendapat
lain mengatakan bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang-barang
dagangannya ke suluruh penjuru dunia. Jadi artinya, menutupi dunia ini dengan
barang-barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahw aia dijuluki
Dajjal karena senantiasa mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya.
Dalam artian, ia selalu menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.
Yeah bolehlah dibilang munafik.
Kata
Dajjal tidak tertera dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, dalam hadits sahih diterangkan
bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi
melindungi orang dari fitnah Dajjal. Jadi menurut hadits ini, Al-Qur’an memberi
isyarat siapakah Dajjal itu.
Dewasa
ini, banyak orang yang sangat lalai memperhatikan soal Dajjal. Padahal,
jauh-jauh hari sebelumnya Nabi Muhammad Saw memperingatkan umatnya mengenai
hal/makhluk yang satu ini sebgai fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman.
Begitulah, tidak ada fitnah yang melibihi fitnah Dajjal. Bahkan, bisa dikatakan
bahwa segenap fitnah yang pernah ada di dunia terkait dari hadir dalam rangka
mengondisikan dunia menghadapi fitnah Dajjal.
Menariknya
lagi, Nabi Muhammad Saw telah mengisyaratkan bahwa kemunculan Dajjal untuk
menebar fitnah dan kekacauan justru bakal terjadi ketika kebanyakan manusia
awam telah lalai dan tidak peduli akan keberadaan Dajjal. Ketidakpedulian
mereka sedemikian rupa sehingga bila ada orang yang membicarakan tentang
Dajjal, maka mereka cenderung menertawakannya. Iya, mereka mengganggap Dajjal
sekedar sebagai mitos atau legenda. Demikian pula halnya dengan orang-orang
pintar seketika itu. Para penceramah, para ustaz, para da’i dan para Imam di
mimbar-mimbar tidak memandang perlu untuk mengangkat tema bahaya fitnah Dajjal.
Ada
banyak hadits tentang Dajjal dan diriwayatkan oleh sejumlah besar sahabat Nabi
Saw sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih
perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci.
Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab hadits yang amat sahih, bahkan yang
termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.
Hadits
tentang Dajjal yang termuat dalam Mushanad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah
seratus. Dan di antara yang meriwayatkan hadits, terdapat Sahabat kenamaan
seperti Sayyidina Abubakar, ‘Ali, Siti’Aisyah, Sa’d bin Abi Waqqas; Abdullah
bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin ‘Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri,
Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka’b,
Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam’an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais,
Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma’ binti Yazid dan Mughirah bin
Syu’bah.
Masih
banyak lagi sahabat yang meriwayatkan hadits tentang Dajjal. Para sahabat
tersebut semuanya sependapat bahwa Nabi Muhammad Saw memang berulang-ulang
menceritakan tentang Dajjal. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan lagi
kenyataan tentang adanya Dajjal. Insya Allah sumber yang mengalirkan ramalan
itu adalah Nabi Muhammad Saw sendiri.
Kebanyakan
hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, mungkin
imajinasi kita malah menggambarkan mirip seorang bajak laut, di dahinya
terdapat tulisan Arab yang terdiri atas huruf kaf. Fa’ dan ra’ di baca kafara,
yang artinya kafir. Membawa keledai, sungai, dan api. Namun jika hadits-hadits
tersebut kita cocokkan dengan uraian Al-Qur’an, maka akan tampak dengan jelas
bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan sebutan suatu bangsa, atau lebih
tepat lagi, segolongan bangsa.
Ada
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal
itu bukan orang, melainkan bangsa. Sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan
dalam hadits itu bukanlah tempat, melainkan bangsa. Rasulullah Saw bersabda, “Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan
Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan
Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur
dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kami, lalu kamu akan
bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu.”
Di
sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti
pertempuran dengan orang-orang Arab, Persi, dan Roma. Hal ini menunjukkan bahwa
Dajjal adalah suatu bangsa, seperti halnya Arab, Persi, dan Roma. Boleh jadi
yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula
mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu
hal sudah pasti, yakni menurut hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau
segolongan bangsa, bukan seseorang ataupun sesosok makhluk bermata satu.
Dari
Abi Umamah Al-Bihiliy, beliau berkata: “Rasulullah Saw telah berkhutbah di
hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal.”
Baginda
telah bersabda, “Sesungguhnya tidak ada
fitnah kerusakan di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang
dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah Swt ada mengingatkan
kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir, sedangkan kamu adalah
umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi angkatan
kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka
aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah
kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya, dan sebenarnya Allah Swt akan
menjaga orang-orang mukmin. Dajjal itu akan datang nanti satu tempat antara
Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba
Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan aku terangkan kepada kamu
ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada
umatnya. Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah,
tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan.
Ingatlah bahwa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati.
Dajjal itu cacat matanya, sedangkan Allah Swt tidak cacat. Dan juga di antara
dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang
pandai membaca ataupun yang buta huruf. Di antara fitnah Dajjal itu juga dia
membawa surga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya surganya sedangkan surganya
itu neraka, yakni panas. Barang siapa di antara kamu yang disiksanya dengan
nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia
membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api
yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk. Di antara tipu dayanya itu juga
dia berkata kepada orang Arab: ‘Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah dan
ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai
Tuhanmu?’ orang Arab itu akan berkata: ‘Tentu.’ Maka syaitan pun datang
menyamar seperti ayah dan ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama, dan
suaranya pun sama. Ibu bapaknya itu lalu berkata kepadanya: ‘Wahai anakku, ikutilah
dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.’ Di antara tipu dayangnya juga dia tipu
seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia berkata kepada
orang banyak: ‘Lihatlah apa yang kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan
kuhidupkan dia seperti semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula.
Kemudian Laknatullah Allah itu bertanya: ‘Siapa Tuhanmu?’ orang yang dia bunuh
itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: ‘Tuhanku adalah Allah, sedangkan
engkau adalah musuh Allah.’ Orang tiu berarti lulus dalam ujian Allah dan dia
termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di surga.”
Sabda
Rasulullah Saw lagi: “Di antara tipu
dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan, tiba-tiba hujan pun
turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, tiba-tiba tumbuh
tanaman. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang
ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakuinya sebagai Tuhan,
maka disebabkan yang demikian itu tanaman-tanaman dan binatang ternak mereka
tidak berkembang baik. Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya
kepadanya dan penduduk kampung itu mengakuinya sebagai Tuhan. Disebabka yang
demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi
berkembang baik. Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak
didatangi Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Kedua kota itu tidak dapat
ditembusi oleh Dajjal karena dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak
pinggiran Mekkah dan Madinah. Namun, ketika Dajjal datang ke pergunungan di
luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu
orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di
Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah
menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.”
Dalam
hadits yang lain, “Di antara fitnah atau
tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal lalu di satu tempat kemudian mereka
mendustakan tidak beriman kepadanya, maka disebabkan yang demikian itu
tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka.
Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya.
Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh
langit supaya menurunkan hujanny adan menyuruh bumi supaya menumbuhkan
tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka
subur.”
Dari
Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun
tipu daya, yaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai dan orang jujur tidak
dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak
dipercayai.”
Dari
Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada
waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh Malaikat. Dajjal tidak sanggup
memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal di luar Madinah, kota Madinah
bergegar tiga kali. Orang-orang Munafik yang ada di Madinah, lelaki ataupun
perempuan bagaikan cacing kepanasan, kemudian mereka keluar meninggalkan
Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang
dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi
membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan
oleh Ahmad, hadits yang diterima dari Aisyah Ra. Mengatakan, “Pernah satu hari Rasulullah Saw masuk ke
rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat aku menangis beliau bertanya:
“Mengapa menangis?” Aku menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan
Dajjal, maka aku takut mendengarnya,” Rasulullah Saw berkata: “Seandainya
Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari
gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta
dan cacat.”
Dari
Jabir bin Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,“ Dajjal muncul pada waktu orang tidak
berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat
puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang
terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian
hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada
yang bertanya, “Ya Rasulullah, tentang
hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami shalat lima waktu juga?
Rasulullah Saw menjawab, “Ukurlah berapa jarak shalat yang lima waktu itu.”
Menurut
riwayat, Dajjal itu nanti akan berkata, “Akulah Tuhan sekalian alam, dan
matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” kata
sang Dajjal sambil menahan matahari sehinga sati hari lamanya menjadi minggu
atau satu bulan.
Setelah
dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia,
“Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” mereka semua
menjawab, “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan
menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut
riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda, “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku
dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun
tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun.
Kemudian Allah Swt mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin
Mas’ud dan kemudian membubuh Dajjal itu.”
CIRI-CIRI DAJJAL
Membicarakan
masalah Dajjal memang selalu terasa menarik sampai kapan pun. Mengapa? Karena
beberapa riwayat hadits menunjukkan bahwa akhir dunia atau hari kiamat akan
ditandai dengan munculnya Dajjal tersebut. Entah Dajjal yang dimaksud ini
berwujud sosok manusia ataukah hanya sifat (kelakuan) seseorang, sampai saat
ini masih menjadi bahan perdebatan. Namun yang jelas, Dajjal akan
membolak-balikkan fakta kebenaran dengan kebatilan. Banyak terjadi fitnah terhadap
orang Islam. Untuk itulah dalam setiap doa yang kita panjatkan, sebagai Muslim
kita disunnahkan untuk berdoa meminta perlindungan kepada Allah Swt dari fitnah
Dajjal.
Sebagaimana
diterangkan dalam hadits, Dajjal akan menjelajahi seluruh dunia, “Tak ada satu tempat pun didunia yang tidak
diinjak dan tidak dilalui oleh Dajjal.” Hadits lain menerangkan bahwa Dajjal
mengucapkan kata-kata “Tak ada satu tempat tinggal pun yang tak aku masuki.”
Ada
beberapa riwayat ciri-ciri Dajjal menurut Rasulullah Saw. Dari Nawas bin
Sam’an, pada suatu hari Rasulullah Saw berbicara mengenai Dajjal. Kata beliau
Saw, “Dajjal itu pemuda berambut
keriting, matanya picak. Aku lebih condong mengatakannya serupa dengan Abdul
Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kamu bertemu dengan dia, bacakan
kepadanya permulaan Surat Al-Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat yang sunyi
antara Syam (Suriah) dan Irak, lalu merusakkan ke kiri dan ke kanan. Wahai
hamba Allah, karena itu teguhkan pendirianmu.”
Tanya
kami, “Berapa lama dia tinggal di bumi?” Jawab Rasulullah Saw, “Empat puluh hari, sehari seperti setahun,
sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan selebihnya seperti
hari-hari kami sekarang.” Tanya kami, “Ya Rasulullah, ketika sehari seperti
setahun, cukuplah kalau kami shalat seperti shalat kami sekarang? Jawab beliau,
“Tidak. Tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.” Tanya kami, “Berapa kecepatannya
berjalan di bumi?” jawab beliau, “Seperti hujan ditiup angin.” (HR.
At-Tirmidzi)
Dari
Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda, “Tidak
ada seorang nabi melainkan dia meningatkan umatnya supaya waspada terhadap si
picak, pembohong besar. Ketahuilah dia picak, sedangkan Tuhanmu tidak picak.
Antara kedua matanya tertulis: kafir” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Dari
Huzaifah bin Yaman, Rasulullah Saw bersabda, “Dajjal matanya tertutup oleh selapis daging tebal. Antara keduanya
tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang tahu baca
tulis atau tidak” (HR. Ibnu Majah)
Ini
bukan saja menunjukkan penglihatan Nabi Saw yang luar biasa, melainkan pula
menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa atau
segolongan bangsa, yang anggotanya terbesar di tiap-tiap tempat di seluruh
penjuru dunia. Karena Dajjal itu hanya satu orang, niscaya ia tidak dapat
melaksanakan segala sesuatu yang diramalkan oleh Nabi Saw, sekalipun ia dapat
bergerak secepat kilat. Tidak mungkin satu orang dapat membawa Surga dan neraka
ke seluruh dunia, lalu membuat pengumuman di mana-mana dan memberi ganjaran
kepada orang yang menerimanya, dan memberi siksaan kepada orang yang
menolaknya, dan tak satu tempat tinggal pun yang tak dikunjunginya. Iya toh?
Semua
pekerjaan tersebut tak mungkin dilakukan oleh satu orang. Bukan mengenai
masalah kecepatan saja, melainkan menyangkut pula beberapa masalah. Misalnya
dengan cara bagaimana supaya orang-orang mau mengikuti dia dan bagaimana cara
memberikan ganjaran dan siksaan. Padahal semula ini harus dilakukan di
tiap-tiap kota dan desa, dan betapa pun singkatnya waktu yang di butuhkan untuk
menjalankan penyiaran dan segala tetek-bengeknya, namun pekerjaan dan
perjalanan dari tempat satu ke tempat lain pastilah memakan waktu.
Seandainya
di tiap-tiap tempat hanya diperlukan waktu selama satu jam, maka untuk
mengelilingi 700.000 desa di India saja misalnya, ia akan memerlukan waktu
seratus tahun. Wow! Sungguh lama, bukan? Dengan demikian, ia memerlukan waktu
beribu-beribu tahun untuk dapat mengelilingi segala tempat di dunia.
Akan
tetapi, lain halnya jika semua pekerjaan itu dilakukan oleh suatu bangsa. Jika
yang melakukannya suatu bangsa, maka pelaksanaan semua hal itu bukan saja masuk
akal dan dapat dipikul oleh tenaga manusia, melaikan pula fakta-fakta sudah
dapat kita saksikan dengan mata kepala sendiri. Dan, ini sekaligus menunjukkan
betapa tajamnya penglihatan rohani Nabi Muhammad Saw.
ANCAMAN DAJJAL
Setiap
nabi yang diutus kepada suatu kaum pasti akan memperingatkan umatnya tentang
bahaya Si Mata Satu pembuat kebohongan, ketahuilah, matanya buta sebelah,
sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Dan, di antara kedua matanya tertulis
‘Orang Kafir’ (Nabi Muhammad Saw).
Begitulah.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di atas memperingatkan
kita akan bahaya Dajjal. Dajjal, menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam kitab Sunnah
Rasul, adalah sosok yang digunakan oleh Allah Swt untuk menguji hamba-hamba-Nya
pada masa-masa fitnah, yakni untuk mengetahui siapa yang benar-benar mengikuti
Rasulullah Saw dan siapa yang kemudian berbalik dari mengikutinya.
Makna
Dajjal sendiri memiliki banyak penafsiran. Demikian juga konotasi “Mata Satu”.
Ada yang mengatakan bahwa Dajjal itu lahir dalam bentuk fisik manusia dengan
ciri utama bermata satu (cacat sebelah mata atau picak). Ada juga yang
mengatakan bahwa Dajjal itu “satu pandangan” yang eksklusif tanpa toleransi dan
tidak menghiraukan pandangan orang lain sama sekali. Namun di sisi lain, ada
juga yang menafsirkan Dajjal sebagai teknologi, yakni kiblat peradaban Barat
moderen yang mengandalkan “mata akal” tanpa memedulikan “mata hati” atau ajaran
Ilahi.
Terlepas
dari arti mana yang paling sesuai dengan hakikatnya, yang terpenting bagi kita
adalah upaya menghindari tipu muslihatnya. Baik dari manusia picak yang suka
berbohong, dari pandangan eksklusif yang radikal, maupun dari buaian teknologi
yang amat memukau-melenakan. Sebagaimana yang diceritakan oleh Sahabat
Hudzaifah, di antara kemahiran tipu mulihat Dajjal adalah kemampuannya untuk
menyulap kebenaran dengan kebatilan dan sebaliknya. Hudzaifah mengisahkan,
Dajjal keluar dengan membawa air dan api.
Yang
dilihat oleh manusia sebagai api, sebenarny adalah air. Sementara apa yang
dilihat oleh manusia sebagai air, sebenarnya adalah api. Rekayasa Dajjal
semakin sempurna karena bersamanya ada dukungan materi yang melimpah. Sahabat
Mughirah berkata, “Bersamanya ada gunung roti dan sungai air.”
Melalui
dua senjata utamanya itulah (yaitu tipu muslihat dan iming-iming materi).
Dajjal dikisahkan hadir di masa-masa fitnah. Sebuah masa yang tepat sehingga
Dajjal berhasil menyedot massa yang tidak sedikit, yang segera akan digiring ke
dalam surganya (baca-neraka-Nya). Dicertakan, mayoritas pengikut Dajjal adalah
mereka yang tidak memiliki furqon (kemampuan memilih antara yang hak dan yang
batil).
Oleh
karena itu, Rasulullah Saw memberi teladan kepada kita semua umatnya ini, dengan
selalu berdoa kepada Allah Swt dari fitnah Dajjal. Doa ini lebih sering
diucapkan Rasulullah Saw dalam tasyahud akhir menjelang sama. “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung
kepada-Mu dari siksaan jahannam, dari fitnah kubur, dari fitnah kehidupan dan
kematian, dan dari fitnah al-masikh ad-Dajjal.” (HR. Muslim dari Anas dan
Abu Hurairah)
Meskipun
di antara kita tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan dalam wujud apa Dajjal
itu akan muncul; seyogianya kita tetap berhati-hati. Apalagi mengingat, salah
satu masa-masa fitnah itu mungkin berupa masa pailit atau multikrisis seperti
yang tengah menimpa bangsa kita saat ini. Iya, bisa jadi begitu. Maka sikap
hati-hati memang harus lebih diutamakan.
TENTANG
PENULIS

Penulis
bernama Jamaludin Rifai lahir di Gorontalo 27 Juni 1986. Penulis berasal dari Provinsi Gorontalo. Penulis
adalah anak ke 7 dari 7 orang bersaudara. Sejak kelas 3 Sekolah Dasar penulis
mempunyai bakat yaitu menulis dan mengarang. Penulis pernah kuliah di salah
satu kampus yang berada di Gorontalo yaitu IAIN Sultan Amai Gorontalo pada
tahun 2011, penulis berhasil menjadi alumni Fakultas Tarbiyah, Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris. Pada tahun 2015, penulis berhasil menamatkan
pendidikanya S1.
Meski
masih tergolong pada tahap awal belajar, penulis hobi membaca buku-buku novel
horor, dan suka membaca buku-buku Bahasa Inggris, buku-buku motivasi, Penulis
bercita-cita menjadi penulis yang terkenal melalui bukunya: MENGUNGKAP 4 TABIR
PERISTIWA BESAR DI AKHIR ZAMAN.
Beberapa
naskah yang telah di terbitkan antara: Mengungkap Tabir Kehidupan (Penerbit
Muda Publisher, 2017), Rahasia Dahsyat Di Balik Keajaiban Surat Al-Faatihah
(Oase Pustaka, 2017).
Penulis
dapat di hubungi melalui emailnya: jamaludinrifai442@gmail.com
atau menghubungi kontak : 0853-4000-8577
Komentar
Posting Komentar