2. IBU DENGAN SATU MATA
Ibuku hanya memiliki satu
mata. Ketika aku tumbuh dewasa, aku membencinya karena hal itu. Aku
benci perhatian tak diundang yang aku dapatkan ketika berada di
sekolah. Aku benci bagaimana anak-anak lain menatapnya dan memalingkan
muka dengan jijik. Ibuku bekerja dengan dua pekerjaan untuk menafkahi
keluarga, tetapi aku justru malu dengan keadaannya dan tidak ingin terlihat
sedang bersamanya.
Setiap
kali ibu saya datang untuk mengunjungi saya di sekolah, rasanya aku ingin dia
menghilang. Aku merasakan gelombang kebencian terhadap wanita yang membuat
saya menjadi bahan tertawaan sekolah. Pada suatu waktu, ketika aku ingin
meluapkan kemarahan ekstrim, aku bahkan pernah mengatakan kepada ibu saya bahwa
saya ingin dia mati. Aku benar-benar tidak peduli tentang perasaannya.
Setelah aku tumbuh dewasa,
aku melakukan apapun sekuat tenaga untuk menjauhkan diri dari ibuku. Aku
belajar dengan keras dan mendapat pekerjaan di luar negeri, jadi aku tidak akan
bertemu dengannya. Aku menikah dan mulai membesarkan keluargaku
sendiri. Aku sibuk dengan pekerjaan dan keluarga, demi menyediakan kehidupan
yang nyaman untuk anak-anakku tercinta. Aku bahkan tidak memikirkan ibuku
lagi.
Namun tidak disangka, ibuku
datang untuk mengunjungi rumahku pada suatu hari. Wajah bermata satunya
membuat anak-anak saya takut, dan mereka mulai menangis. Aku marah pada
ibuku karena muncul mendadak dan saya melarang dia masuk. Kemudian aku berkata
: “Jangan pernah kembali ke rumah saya dan kehidupan keluarga baru
saya..!”. Aku berteriak, tapi ibu saya hanya diam dan meminta maaf, lalu
pergi tanpa mampu berkata-kata lagi.
Pada suatu ketika, sebuah
undangan untuk reuni sekolah tinggi membawa aku kembali ke kampung halaman
setelah puluhan tahun lamanya. Aku tidak bisa menolak berkendara melewati
rumah masa kecilku dan mampir ke gubuk tua tersebut. Tetangga saya mengatakan
kepadaku bahwa ibuku sudah meninggal dan meninggalkan surat untukku.
Beginilah isi surat ibu :
“Anakku
sayang :
Ibu
harus memulai surat ini dengan meminta maaf karena telah mengunjungi rumahmu
tanpa pemberitahuan dan menakuti anak-anakmu yang cantik. Ibu juga sangat menyesal karena ibu
adalah wanita yang memalukan dan sumber penghinaan bagimu, ketika kamu masih
kecil sampai tumbuh dewasa.
Ibu
sudah mengetahui bahwa kamu pasti akan datang kembali ke kota ini untuk reuni
sekolah. Ibu
mungkin tidak lagi berada di tempat ini ketika nanti kamu datang, dan ibu pikir
itu adalah waktu yang tepat untuk memberitahumu sebuah insiden yang
terjadi ketika kamu masih kecil.
Tahukah
kamu, anakku sayang? Kamu mengalami sebuah kecelakaan dan kehilangan satu mata. Ibu sangat terpukul karena terus
memikirkan bagaimana nasib anakku apabila anak ibu tercinta tumbuh hanya dengan
satu mata. Ibu ingin kamu dapat melihat dunia yang
indah dengan sempurna, jadi ibu memberikan padamu sebelah mata ibu.
Anakku
sayang, ibu selalu memilikimu dan akan selalu mencintaimu dari lubuk hati ibu
yang terdalam. Ibu tidak pernah menyesali keputusan ibu
untuk memberikan mata ibu. Dan ibu merasa tenang ketika ibu mampu memberikan
kamu kemampuan untuk menikmati hidup yang lengkap.
Dari
: Ibumu tersayang.”
Setelah
membaca surat dari ibu, air mataku menetes. Aku sangat menyesal. Diriku selalu
menyalahkan diriku sendiri, mengapa dulu aku tidak pernah sedikitpun bersikap
baik pada ibu. Aku bahkan tega menghilangkan dirinya dari kehidupanku, padahal
ibu selalu ada untuk membantuku.
Pesan
Moral : Jangan pernah anda menyakiti perasaan orang tua. Karena
anda tidak pernah tahu apa saja yang telah dilakukan oleh orang tua anda
sehingga anda bisa menjadi seperti sekarang. Dan anda tidak akan pernah tahu
kapan orang yang anda sayangi akan meninggalkan anda untuk selama-lamanya.
3. CATATAN PENYELESAIAN
Untuk membiayai pendidikannya, seorang anak miskin menjual
barang dari pintu ke pintu. Suatu hari, anak laki-laki ini benar-benar
lapar tapi tidak punya uang untuk membeli makanan. Dia memutuskan untuk
meminta sesuatu untuk dimakan ketika ia mengetuk pintu di rumah berikutnya.
Seorang wanita muda yang cantik membuka pintu tersebut, dan anak
itu kehilangan keberaniannya. Akhirnya dia hanya meminta untuk diberi
segelas air, ia terlalu malu untuk meminta makanan. Wanita muda tersebut
membawakannya segelas susu, yang segera diminum dengan rakus oleh anak itu.
Anak itu bertanya berapa banyak dia berhutang. Tetapi wanita
tersebut hanya tersenyum dan berkata bahwa ibunya telah mengajarinya untuk
bersikap baik kepada orang lain. Dan ia tidak pernah mengharapkan imbalan
apapun.
Anak itu meninggalkan rumah wanita tersebut dengan perut penuh
dan hati yang penuh kekuatan baru untuk terus melanjutkan pendidikan dan terus
bekerja keras. Namun setiap kali ia merasa ingin berhenti, ia teringat
pada wanita itu. Seseorang yang telah menanamkan keyakinan baru dan ketabahan
di dalam dirinya.
Bertahun-tahun
kemudian, di sebuah kota besar, seorang ahli bedah ternama Dr. Howard Kelly
dipanggil untuk berkonsultasi dengan seorang wanita paruh baya yang menderita
penyakit langka. Ketika wanita tersebut mengatakan kepadanya nama kota
kecil di mana dia tinggal, Dr. Kelly merasa memori samar muncul dalam
pikirannya. Kemudian, secara tiba-tiba Dokter itu tersadar. Dia adalah
wanita yang telah memberinya segelas susu bertahun-tahun yang lalu.
Kemudian dokter melanjutkan konsultasi dengan menyediakan wanita
itu perawatan yang terbaik dan memastikan dia mendapatkan perhatian
khusus. Bahkan, ia mengerahkan seluruh kemampuannya sebagai seorang dokter
untuk menyelamatkan hidup wanita tersebut.
Setelah lama dirawat di rumah sakit dengan melalui berbagai
perawatan, wanita itu akhirnya siap untuk kembali ke rumah. Wanita itu
sangat khawatir karena akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk
menyelesaikan pembayaran biaya perawatannya selama di rumah
sakit. Penyakit serius yang dideritanya dan lamanya ia tinggal di rumah
sakit telah menghasilkan tagihan yang cukup besar. Namun, ketika dia
menerima surat tagihan, ia menemukan bahwa Dr. Kelly telah membayar seluruh
tagihannya dan menulis catatan kecil untuknya.
Dr.
Kelly menulis catatan seperti ini : “Sudah
dibayar lunas dengan segelas susu”.
Pesan Moral : Teruslah berbuat
kebaikan di dalam hidup anda. Bantulah orang lain walaupun anda hanya dapat
memberikan bantuan kecil. Karena bantuan kecil yang anda berikan sangat berarti
bagi orang lain. Percayalah, ketika suatu saat anda mengalami kesulitan, akan
datang bantuan dari orang lain. Itulah balasan dari bantuan kecil yang anda
berikan di masa lalu.
Komentar
Posting Komentar